Dok: IG @kopikenangan
Prinsip Hidup
Berkembangnya Kopi Kenangan seperti saat ini, tak dipungkiri juga menghadirkan tantangan yang makin besar, terutama soal konsistensi kualitas. Dengan jumlah karyawan sudah hampir 700 orang, butuh satu mekanisme untuk mengatur dapur operasionalnya. Karena itu, Kopi Kenangan mengembangkan teknologi dengan membuat aplikasi.
Selain untuk kepentingan internal, kini juga sudah ada aplikasi Kopi Kenangan untuk pelanggan. “Penting sekali kita membangun dan memperkenalkan aplikasi ini ke customer. Dari sini kita bisa mendapatkan data tentang customer behaviour, untuk cari tahu data konsumen dan memastikan kita memenuhi kebutuhan mereka. Misalnya, soal lokasi. Kita bisa tahu lokasi potensial customer Kenangan ada di mana,” kata penggemar minuman kopi dan teh ini.
Dari kedai kopi kecil dengan konsep grab and go, belakangan Kopi Kenangan membangun outlet dengan konsep kafe. Walaupun diakui Edward, penjualan di outlet tersebut tak jauh beda dengan outlet grab and go. “Mungkin karena konsep kami sudah tertanam sebagai kopi grab and go. Konsep kafe ini hanya ada di mal besar di Jakarta, tergantung lokasinya juga. Umumnya prime location,” ungkapnya.
Membaca dan memenuhi kebutuhan pasar juga dilakukan Edward dengan membuat varian baru. Tidak hanya mengandalkan menu Kopi Kenangan Mantan, kini tersedia pula varian teh susu. “Ke depannya kami juga akan menyediakan snack yang diproduksi sendiri,” ungkap Edward.
Tantangan lainnya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan Kopi Kenangan yang kini mencapai 10.000 ton per bulan. “Kami tidak ingin memiliki plantation atau grill sendiri, karena menurut saya ini langkah yang kurang bijak jika ingin bisnisnya berkembang besar. Kalau tiba-tiba lahan terserang hama misalnya, kami jadi tidak bisa memenuhi pasokan. Untuk jumlah yang cukup banyak itu kami mengandalkan petani dan distributor besar,” ungkap Edward.
Baginya, menjadi pengusaha pasti tak lepas dari masalah. Yang terpenting adalah memiliki kemampuan problem solving dan bisa think out of the box. Mau bertahan dan melakukan sesuatu yang baru untuk langkah berikutnya.
Walaupun sedang fokus pada Kopi Kenangan untuk mencapai target 1.000 outlet di Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand pada akhir tahun 2022, Edward mengaku senang dan menikmatinya.
“Prinsip saya, hidup itu kerja dan berkarya. Tidak semua orang punya kesempatan ini. Saya beruntung punya kesempatan untuk berkarya, bekerja, dan punya usaha sendiri. Kita kalau dikasih kesempatan seperti ini harusnya enggak boleh stres, tapi harus happy. Senang dan lebih bersemangat,” kata penggemar buku-buku bisnis dan pengembangan diri, seperti Zero to One: How to Build The Future (Peter Thiel), Blink: The Power of Thinking without Thinking (Malcolm Gladwell), dan Flash Boy: A Wall Street Revolt (Michael Lewis), ini.
“Orang bilang, sepertiga pertama hidup itu untuk belajar, sepertiga kedua untuk berkarya, dan sepertiga terakhir itu untuk memberi kembali. Ya, kita-kira seperti itulah target hidup saya,” tutup Edward, yang memosisikan dirinya saat ini di sepertiga kedua, di mana dia harus terus berkarya. (f)
Baca Juga:
Rina Trisnawati, Lewat Tintin Chips Berdayakan Ibu-Ibu Yang Memiliki Anak Disabilitas
Sukses Elidawati Berbisnis Hijab Selama Tiga Dekade
Feny Mustafa Sukses Membesarkan Label Baju Muslim Shafira Dengan Modal Awal Pinjaman Dari Ibu
Faunda Liswijayanti
Topic
#profilbisnis, #bisniskuliner, #kopi, #pengusahasukses, #pebisniskuliner


