Masa kuliah merupakan saat tepat untuk menjalin relasi sebanyak-banyaknya. Rugi banget kalau di masa ini kita cuma kenal teman itu-itu aja dan masih berada dalam satu habitat (baca: jurusan dan angkatan).
Memang, sih, berhubung 'alamnya' berbeda, bersosialisasi dengan makhluk beda habitat butuh usaha lebih. Apalagi kalau kita sama sekali nggak punya kenalan, entah tetangga atau teman SMA yang kuliah di sana.
Tapi selama kita mau, bisa saja, kok, menjalin pertemanan dengan makhluk beda banget ini!
Beda jurusan
Keadaan akan lebih mudah bila kita berada di satu fakultas, mesku beda jurusan. Soalnya fakultas yang terdiri atas beberapa jurusan berbeda (fakultas ekonomi, misalnya sering mengadakan event yang panitianya merupakan gabungan beberapa jurusan).
Manfaatkan event tersebut dong. Meski jadi panitia bakal bikin kita sibuk dari biasa, efek jangka panjangnya oke banget. Kita banyak dapat kenalan dari jurusan berbeda!
Beda fakultas
Biar gampang, langsung saja gabung di beberapa UKM. Tahu sendiri, anggota UKM, kan, dari beragam fakultas. pilih UKM yang anggota banyak dan mayoritas setipe kita, biar nyambung pas ngobrol.
Tapi jangan cuma asal gabung dan terdaftar sebagai anggota. Kita harus aktif juga. Misalnya, nih, dengan jadi pengurus. Dengan begitu, bukan hanya kita yang kenal dari mahasiswa dari fakultas lain, mereka pun kenal dan ingat kita.
Beda angkatan
Resep berteman dengan beda angkatan cuma satu, jangan sok asyik! Pas main sama junior, hindari pasang aksi sok tahu, seolah kita lebih makan asam-garam dibandingkan mereka.
Sebaliknya, saat berhadapan dengan senior, hindari bercanda berlebihan. Misalnya, nih, menghina mereka yang mengulang mata kuliah. Paling pas, sih, mengenal mahluk beda angkatan di ruang himpunan mahasiswa jurusan.
Beda kasta
Di kampus, terutama PTN, mahasiswa punya latar belakang yang heterogen, dari ekonomi pas-pasan hingga yang orangtuanya pejabat super tajir. Tentu cara bergaul dengan tiap kalangan nggak sama.
Saat bergaul dengan mereka yang tingkat ekonominya di bawah kita, jangan pasang aksi sok tajir, apalgi ngobrolin tongkrongan mahal yang mungkin mereka nggak sanggup datangi. Sesekali traktir makan boleh juga, tuh.
Sementara dengan yang ekonominya lebih, nggak perlu memaksakan diri mengikuti gaya hidup mereka. Cukup tonjolkan sikap humoris dan ketulusan kita dalam berteman. Modal ini bikin mereka nggak akan segan memasukkan kita ke habitat mereka. CC
Memang, sih, berhubung 'alamnya' berbeda, bersosialisasi dengan makhluk beda habitat butuh usaha lebih. Apalagi kalau kita sama sekali nggak punya kenalan, entah tetangga atau teman SMA yang kuliah di sana.
Tapi selama kita mau, bisa saja, kok, menjalin pertemanan dengan makhluk beda banget ini!
Beda jurusan
Keadaan akan lebih mudah bila kita berada di satu fakultas, mesku beda jurusan. Soalnya fakultas yang terdiri atas beberapa jurusan berbeda (fakultas ekonomi, misalnya sering mengadakan event yang panitianya merupakan gabungan beberapa jurusan).
Manfaatkan event tersebut dong. Meski jadi panitia bakal bikin kita sibuk dari biasa, efek jangka panjangnya oke banget. Kita banyak dapat kenalan dari jurusan berbeda!
Beda fakultas
Biar gampang, langsung saja gabung di beberapa UKM. Tahu sendiri, anggota UKM, kan, dari beragam fakultas. pilih UKM yang anggota banyak dan mayoritas setipe kita, biar nyambung pas ngobrol.
Tapi jangan cuma asal gabung dan terdaftar sebagai anggota. Kita harus aktif juga. Misalnya, nih, dengan jadi pengurus. Dengan begitu, bukan hanya kita yang kenal dari mahasiswa dari fakultas lain, mereka pun kenal dan ingat kita.
Beda angkatan
Resep berteman dengan beda angkatan cuma satu, jangan sok asyik! Pas main sama junior, hindari pasang aksi sok tahu, seolah kita lebih makan asam-garam dibandingkan mereka.
Sebaliknya, saat berhadapan dengan senior, hindari bercanda berlebihan. Misalnya, nih, menghina mereka yang mengulang mata kuliah. Paling pas, sih, mengenal mahluk beda angkatan di ruang himpunan mahasiswa jurusan.
Beda kasta
Di kampus, terutama PTN, mahasiswa punya latar belakang yang heterogen, dari ekonomi pas-pasan hingga yang orangtuanya pejabat super tajir. Tentu cara bergaul dengan tiap kalangan nggak sama.
Saat bergaul dengan mereka yang tingkat ekonominya di bawah kita, jangan pasang aksi sok tajir, apalgi ngobrolin tongkrongan mahal yang mungkin mereka nggak sanggup datangi. Sesekali traktir makan boleh juga, tuh.
Sementara dengan yang ekonominya lebih, nggak perlu memaksakan diri mengikuti gaya hidup mereka. Cukup tonjolkan sikap humoris dan ketulusan kita dalam berteman. Modal ini bikin mereka nggak akan segan memasukkan kita ke habitat mereka. CC


