Lifestyle
Koktail Terbaru di The St. Regis Bar Jakarta, Tribute untuk Era Keemasan Musik Jazz

30 Jan 2026

Tiga serangkai terinspirasi New York, skena jazz di era 20-an hingga 40-an: Charleston, In a Sentimental Mood, Drunken Doctor. Foto: Dok. The St. Regis Bar Jakarta


Gaya hidup menikmati koktail bukan sekadar tentang racikan minuman alkohol, tapi juga menghargai minuman yang berfokus pada kualitas prima, koktail artisanal yang disajikan dalam peranti gelas elegan atau unik, dan mendapat pengalaman baru.

Koktail artisanal jadi kekuatan The St. Regis Bar Jakarta, yang masuk daftar Asia's Best Bars di peringkat ke-22.

Atmosfer nostalgia dari era keemasan musik jazz yang ditampilkan di bar ini juga diinterpretasikan menjadi 18 koktail baru yang siap dicoba para cocktail connoisseur. Racikan koktailnya terinspirasi lagu, penyanyi, dan tempat ikonik di era tersebut.

Pengalaman menikmati koktail yang immersive sudah terasa sejak membuka buku menu dan memilih minuman. Setiap minuman disusun sesuai kadar alkohol, lengkap dengan cerita di balik namanya.

Ada The First Lady, yang dihiasi sebentuk bibir merah. Koktail ini sebuah tribute untuk Ella Fitzgerald, penyanyi jazz legendaris di era 30-an dan 40-an yang memang dijuluki “The First Lady of Jazz.”

The First Lady dan The White King, tribute untuk para musisi legendaris. Foto: Dok. Femina, Dok. The St. Regis Bar Jakarta

Koktail ini memasukkan unsur gin, salah satu minuman favorit Ella sebelum manggung. Cita rasanya sedikit milky, dengan sentuhan vanila. Bibir merah hiasan dibuat dari white chocolate–penyempurna rasa manis koktail ini.

New York yang merupakan skena musik jazz di era 20-an hingga 40-an ikut menginspirasi beberapa koktail, seperti In a Sentimental Mood (cocok untuk pencinta manis), Drunken Doctor, dan Charleston.

Sebagian koktail terbaru yang disajikan di acara icip-icip; atas, kiri ke kanan: Duke of Jazz No.2, Swinging Benny, El Paradiso; bawah, kiri ke kanan: Peanut Old-Jelly, God of Music, Greatest Showman. Foto: Dok. Femina
 
The White King menarik perhatian karena tampilannya, dan juga menantang tim The St. Regis Bar Jakarta, dalam pembuatannya. Foam yang tertata cantik mengikat rasa dengan pemuncak gold leaves ini adalah tribute untuk Paul Whiteman, musisi jazz di era 20-an yang dijuluki “King of Jazz.”

Deretan koktail ini sudah bisa kamu coba di The St. Regis Bar Jakarta, dan bisa jadi pemantik percakapan hangat bersama teman minum, atau untuk meresapi rasanya saat menikmatinya sendiri. Jangan lupa mengonsumsinya dengan bijak. (f)

Baca juga:
Di Jakarta, Selamat Datang di Era Speakeasy Bar!
Things Taken for Granted, Tema di Season Terbaru HATS Bar
Narasi 12 Persona dalam Racikan Koktail Istimewa di The Golden Tooth

 

Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?