Demitria bersama Kedondong Sour, Picare, Tebu, dan Ngopi. Foto: Dok. Femina (Demitria), Dok. HATS Bar
Tren koktail melintas cepat, mulai dari fat-washing, smoke bubble, hingga penyulingan bak membikin parfum.
Tapi di HATS Bar, Jakarta Selatan, Head Bartender Demitria “Ramona” Paramita justru me-rewind, mengajak kita mundur. Bukan mundur pada teknik, tapi kembali ke dasar dan melihat yang di depan mata.
Dari penjaja kaki lima ke tangan bartender
Season baru HATS Bar, Things Taken for Granted, adalah refleksi tentang Jakarta dan kenangan Demitria. Pada buku menunya tertulis, “In this new volume, we take those overlooked ingredients and elevate them into crafted cocktails that honor their origins while reimagining their potential.”
Demitria “Ramona” Paramita punya banyak prestasi global, termasuk mengisi Top 25 Future Generation Bartenders versi 50 World Best Bars 2024. Ia alumnus sekolah kuliner yang membesarkan namanya di Malaysia dan Singapura.
Tren elevated nostalgia di dunia F&B terasa di sini. Misalnya Asinan Bogor, yakni vodka bercampur acar 'anggur' Bogor (Smilax macrocarpa) dan Palo Cortado (sherry), dengan tambahan cacao bitters dan Peychaud’s Bitters.
Proses klarifikasi corn milk digunakan untuk menghasilkan susu jagung yang jernih pada Jagung. Koktail terinspirasi Jasuke ini ber-topping permen jagung, dipadu Blanco Rum (white rum Bali) dan mirin.
Pada koktail Kedondong Sour, terdapat tamasya rasa antara asam, asin, dan creamy. Demitria merayakan kenangannya ngemil kedondong bercocol garam di Medan.
Terinspirasi Irish coffee, hadir Ngopi, campuran Irish whiskey, kopi, hazelnut, dan gelato Vanilla Black Olives dari Brats Gelato. Brats Gelato adalah gerai gelato-sorbet asuhan Demitria di bawah grup yang sama. Kopi yang dipakai adalah kopi saset Kapal Api. Ngopi malam-malam? Bukan di warung, tapi di gelas beralkohol di sudut bar Jakarta.
Tak ketinggalan Picare, koktail dari tequila reposado (aged tequila), Ancho Reyes Verde (liquor cabai Meksiko), orange liqueur, dan acar pare (yang diberi sedikit kecap). Ya, pare yang biasanya di dalam siomai!
Ajakan berdekatan dengan pahitnya pare, kecutnya kedondong, atau asamnya asinan menjadi keajaiban di menu season ini. Ramona bersama timnya jeli dalam menghilangkan kesan “aneh” yang mungkin dirasakan sebagian orang. Sebuah pendekatan centil di tengah tren bahan nostalgic. (f)
HATS Bar
Jln. Iskandarsyah I/ No.9, Jakarta Selatan
Jam buka: Selasa-Kamis, Minggu 17.00-01.00 WIB/Jumat-Sabtu 17.00-02.00 WIB
Happy Hour: 17.00-20.00 WIB
Baca juga:
6 Makanan Viral 2025, Pengaruh Korea Paling Kuat!
Sajian Prancis dalam Kemasan Segar ala Jullien
Trifitria Nuragustina
Topic
#feminaFood, #speakeasybarJakarta, #kulinerblokm, #kulinerJaksel, #kuliner




