Tanpa disadari, ternyata kita juga punya andil menyebabkan si dia nggak bisa mengubah kebiasaannya berbohong. Kok, bisa?
Mudah lumer
Cowok yang senang berbohong memang bermulut manis. Si dia bakal selalu minta maaf dan berjanji nggak akan mengulangi kesalahannya lagi. Kenyataannya, akan diulangi terus, tuh.
Salah banget kalau kita mau mempercayai omongannya dan yakin bisa mengubah si dia. Beri sanksi tegas supaya kapok.
Selalu memaafkannya cuma menyuburkan hobi berbohongnya, ah!
Kesayangan camer
Ortu kita sudah terlanjur sayang dan menyetujui hubungan kita dengan si dia. Coba jelaskan pada ortu soal kebiasaan berbohong pacar.
Siapa tahu justru ortu menegurnya dan akhirnya si dia mau berubah. Kalau dia nggak mau mendengarkan ortu, makin jelas alasan kenapa kita harus putus dengannya.
In denial
Umumnya seseorang akan berusaha mempertahankan hubungan kalau yakin pasangannya adalah yang terbaik. Kalau ternyata itu hanya perasaan kita saja bagaimana? Berarti kita dalam penyangkalan sehingga berusaha meyakini bahwa si dia sempurna meskipun sering berbohong.
Bayangkan bila si dia mengetahui hal ini. Kebiasaannya berbohong akan makin menjadi-jadi karena kita memujanya. Salah sendiri nggak berani mengambil keputusan.
Kesempatan 1,2, 3....
Hari ini kita berani minta putus karena dibohongi si dia. Dua hari kemudian nyambung lagi karena si dia minta maaf dan kita masih sayang. Pantas saja si dia nggak kapok berbohong.
Buat apa ngasih kesempatan berkali-kali pada cowok yang nggak bisa menghargai kita? Mendingan jomblo, deh. Percaya nggak, putus dari dia nggak bikin hidup kita mendadak sepi, kok. CC
Mudah lumer
Cowok yang senang berbohong memang bermulut manis. Si dia bakal selalu minta maaf dan berjanji nggak akan mengulangi kesalahannya lagi. Kenyataannya, akan diulangi terus, tuh.
Salah banget kalau kita mau mempercayai omongannya dan yakin bisa mengubah si dia. Beri sanksi tegas supaya kapok.
Selalu memaafkannya cuma menyuburkan hobi berbohongnya, ah!
Kesayangan camer
Ortu kita sudah terlanjur sayang dan menyetujui hubungan kita dengan si dia. Coba jelaskan pada ortu soal kebiasaan berbohong pacar.
Siapa tahu justru ortu menegurnya dan akhirnya si dia mau berubah. Kalau dia nggak mau mendengarkan ortu, makin jelas alasan kenapa kita harus putus dengannya.
In denial
Umumnya seseorang akan berusaha mempertahankan hubungan kalau yakin pasangannya adalah yang terbaik. Kalau ternyata itu hanya perasaan kita saja bagaimana? Berarti kita dalam penyangkalan sehingga berusaha meyakini bahwa si dia sempurna meskipun sering berbohong.
Bayangkan bila si dia mengetahui hal ini. Kebiasaannya berbohong akan makin menjadi-jadi karena kita memujanya. Salah sendiri nggak berani mengambil keputusan.
Kesempatan 1,2, 3....
Hari ini kita berani minta putus karena dibohongi si dia. Dua hari kemudian nyambung lagi karena si dia minta maaf dan kita masih sayang. Pantas saja si dia nggak kapok berbohong.
Buat apa ngasih kesempatan berkali-kali pada cowok yang nggak bisa menghargai kita? Mendingan jomblo, deh. Percaya nggak, putus dari dia nggak bikin hidup kita mendadak sepi, kok. CC


