Sex & Relationship
Jomblo Forever (Part 3)

13 Aug 2012

Saat melihat teman yang sudah bolak-balik ganti pacar, seringnya, nih, kita yang menjomblo seumur hidup iri berat. Hati-hati, keinginan yang kuat bisa menjerumuskan kita jadi cewek asal sambar karena terbawa nafsu. Begitu ada cowok yang kelihatan naksir, kita langsung menerima meski jauh dari kriteria.

"Konstruksi sosial kita, kan, belum mendukung sepenuhnya pilihan hidup melajang. Namun, kita harus yakin pada diri sendiri. Meski jomblo, selama kita positif dan produktif, berkarya, nggak hanya diam di kamar dan merenungi nasib melajang, dan kita bahagia, berarti nggak masalah," beber psikolog Nessi Purnomo.

Jangan terlalu khawatir dengan anggapan usia 25 tahun ke atas sudah harus menikah karena itu termasuk dalam konstruksi sosial.

"Kita tetap bisa memilih, karena ini hidup kita. Jadi nggak usah terburu-buru juga," timpal Nessi.


Daripada terus memimpikan enaknya punya pacar, kita bisa berkreasi memikirkan alasan oke buat menjomblo. Misalnya, fokus dengan pekerjaan, bebas travelling ke luar negeri bareng teman-teman, atau apapun.

"Yang jelas kita harus bahagia saat menjalaninya, karena kitalah yang menciptakan kebahagiaan tersebut. Bahkan kalau ada orang yang menghibur kita sedemikian rupa, kalau tidak memandang itu sebagai suatu hal yang bikin kita bahagia, kita tidak akan bahagia," cetus Nessi lagi. CC


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?