
1. Apakah saya masih ingin sering bersama pasangan lagi?
Saat hubungan mulai terasa hambar, kebersamaan dengan pasangan mulai dirasa sebagai kewajiban, bukan hasrat lagi. Artinya, kasih sayang yang dulu ada mulai menghilang sedikit demi sedikit.
2. Apa manfaat yang dirasakan dari hubungan ini bagi hidup saya?
Jika hubungan malah terasa membatasi Anda melakukan apa yang ingin dikerjakan, atau mengasingkan Anda dari teman dan keluarga, artinya hubungan tersebut bermasalah.
3. Apakah saya sebenarnya takut sendiri atau tidak bisa menemukan orang yang bisa mencintai saya?
Salah satu alasan bodoh untuk bertahan dalam hubungan yang mulai merenggang karena ketakutan atau tidak yakin Anda akan menemukan orang lain yang mau dengan Anda. Padahal, dunia ini begitu luas dan, jika Anda mau membuka pikiran juga hati, pasti bisa menemukan orang lain.
4. Apakah saya 'hidup' di masa lalu?
Berulangkali Anda selalu mengingat masa-masa awal hubungan yang penuh tawa, canda, dan kasih sayang sebagai patokan untuk bertahan. Namun, seperti pepatah, tidak ada yang tetap di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Harus diakui bahwa semua sudah berubah dan tidak mungkin kembali lagi.
5. Apakah Anda terjebak pada hubungan yang abusif atau kelakuan yang disfungsi?
Berulangkali Anda 'disiksa' oleh pacar, baik secara emosi atau, apalagi, fisik. Namun, Anda bertahan karena merasa hubungan akan membaik. Padahal, harapan tersebut tidak pernah terjadi.
6. Apakah Anda selalu merasa sedih, gelisah, atau marah saat bersama si dia?
Jika jawabannya ya, jangan ragu lagi untuk meninggalkannya. Anda butuh dan berhak mendapatkan seseorang yang justru memberikan perasaan positif bagi hidup Anda. Bukan sebaliknya. So, I'm sorry goodbye!
Meiranie Nurtaeni
Foto: Fotosearch


