Awal-awal profil kita mendapat tanggapan (misalnya ada yang mengirim e-mail atau sekadar say hi) tentu merasa aneh dan membingungkan. Jadi grogi, nih! Tenang saja, biasanya kondisi ini semakin membaik seiring waktu, kok. Lama-lama pasti makin jago ngegombal, hihihi....
Selektif
Camkan baik-baik, nggak semua e-mail harus kita balas dan tanggapi, kok. Kita punya hak untuk menentukan. Nggak perlu merasa nggak enak.
Percaya intuisi
Sebagai cewek, biasanya kita punya intuisi kuat apakah seorang cowok bisa dipercaya atau nggak. Jika dari awal sudah mencurigakan, mending langsung stop, deh.
Get organized
Bikin catatan kecil g e-mail mana yang sudah kita tanggapi, ingin kita tanggapi atau yang ingin dicuekin. Supaya nggak lupa.
Jangan pilih berdasarkan foto
Tahu, kan, betapa keaslian foto dalam situs online dating bisa menipu? Karena itu, dibandingkan memilih kandidat berdasarkan foto, mending cari yang punya kesamaan minat dan hobi.
Nggak terkesan 'kebelet'
Meski aslinya kita ingin segera menikah dan punya anak, nggak perlu menampilkan secara terang-terangan. Bisa-bisa kandidat potensial malah kabur karena belum apa-apa sudah 'ditodong' untuk melamar.
Topik aman
Sebagai langkah awal, nggak perlu menanyakan statusnya (apakah duda taua nggak), berapa gajinya, maupun topik lain yang terlalu pribadi. Pilih topik umum seperti hobi atau kegiatan favorit di waktu luang.
Stop sok jual mahal
Jika biasanya kita berprinsip 'hard to get' saat pdkt, stop kebiasaan ini. Khusus online dating, sebisa mungkin beri respons dalam waktu 1x24 jam. Ingat, ada ribuan cewek lain yang juga jadi member dan kemungkinan besar bukan kita satu-satunya yang dikirim e-mail oleh si dia. Jangan sampai hilang kesempatan karena sok jual mahal, ya.
Punya batas
Beri batas pada diri sendiri, berapa jumlah maksimal kandidat yang mau kita respons dalam satu waktu. Dengan begitu kita bisa mengenal masing-masing kandidat lebih dalam.
Nggak ember
Meski kita sudah merasa akrab dengan si dia, hindari memberi info terlalu detail seperti alamat rumah dan nomor rekening. Bahaya, kan, jika si dia ternyata 'serigala berbulu domba'.
Terjebak 'Digital-only relationships'
Jangan sampai online dating menjadi satu-satunya sarana kita berburu jodoh. Jika di dunia nyata ada cowok yang bisa diseriusi, go offline! CC
Selektif
Camkan baik-baik, nggak semua e-mail harus kita balas dan tanggapi, kok. Kita punya hak untuk menentukan. Nggak perlu merasa nggak enak.
Percaya intuisi
Sebagai cewek, biasanya kita punya intuisi kuat apakah seorang cowok bisa dipercaya atau nggak. Jika dari awal sudah mencurigakan, mending langsung stop, deh.
Get organized
Bikin catatan kecil g e-mail mana yang sudah kita tanggapi, ingin kita tanggapi atau yang ingin dicuekin. Supaya nggak lupa.
Jangan pilih berdasarkan foto
Tahu, kan, betapa keaslian foto dalam situs online dating bisa menipu? Karena itu, dibandingkan memilih kandidat berdasarkan foto, mending cari yang punya kesamaan minat dan hobi.
Nggak terkesan 'kebelet'
Meski aslinya kita ingin segera menikah dan punya anak, nggak perlu menampilkan secara terang-terangan. Bisa-bisa kandidat potensial malah kabur karena belum apa-apa sudah 'ditodong' untuk melamar.
Topik aman
Sebagai langkah awal, nggak perlu menanyakan statusnya (apakah duda taua nggak), berapa gajinya, maupun topik lain yang terlalu pribadi. Pilih topik umum seperti hobi atau kegiatan favorit di waktu luang.
Stop sok jual mahal
Jika biasanya kita berprinsip 'hard to get' saat pdkt, stop kebiasaan ini. Khusus online dating, sebisa mungkin beri respons dalam waktu 1x24 jam. Ingat, ada ribuan cewek lain yang juga jadi member dan kemungkinan besar bukan kita satu-satunya yang dikirim e-mail oleh si dia. Jangan sampai hilang kesempatan karena sok jual mahal, ya.
Punya batas
Beri batas pada diri sendiri, berapa jumlah maksimal kandidat yang mau kita respons dalam satu waktu. Dengan begitu kita bisa mengenal masing-masing kandidat lebih dalam.
Nggak ember
Meski kita sudah merasa akrab dengan si dia, hindari memberi info terlalu detail seperti alamat rumah dan nomor rekening. Bahaya, kan, jika si dia ternyata 'serigala berbulu domba'.
Terjebak 'Digital-only relationships'
Jangan sampai online dating menjadi satu-satunya sarana kita berburu jodoh. Jika di dunia nyata ada cowok yang bisa diseriusi, go offline! CC


