Godaan untuk bergosip memang sulit untuk dihindari. Saat sedang ngumpul dengan rekan kerja, misalnya, ada saja yang kita gosipkan, dari seleb, teman hingga atasan!
Selama ini mungkin kita merasa asyik menggosipkan mereka. Tapi gimana kalau kita sendiri yang dijadikan bahan gosip (miring) terutama di kantor? Pastinya nggak banget, tuh! Untuk menghindarinya, ada beberapa hal yang kudu kita lakukan seperti:
Patuhi peraturan
Aturan-aturan simpel di kantor bisa berbalik menjadi sumber gosip jika kita (hobi) melanggarnya. Misalnya, nih, datang ke kantor terlambat -padahal bos sudah asyik bekerja di ruangannya- atau sibuk dandan maupun ngemil sehingga membuat meja kerja kotor dan berantakan. Dijamin, deh, rekan kerja bakal kasak-kusuk mengenai kebiasaan jelek kita!
Hasil kerja maksimal
Bekerja asal-asalan tentu nggak akan memberikan hasil yang maksimal, terutama jika kita bekerja dalam satu tim dengan rekan-rekan lainnya. Kontribusi kita yang buruk tentu bakal membuat mereka kecewa.
Kalau nggak segera bangkit dan memompa semangat baru, kita akan jadi sasaran empuk gosip. Mending 'cuma' digosipin... kalau sampai disidang bos?
Cari muka? Basi!
Menjaga hubungan baik dengan seluruh karyawan kantor memang sangat dianjurkan. Tapi bukan berarti kita harus mencari muka, tuh! Menjilat atasan dengan pura-pura bekerja keras (padahal 90% tugas dikerjakan rekan, kita hanya sibuk memberi perintah) atau memberi tanggapan berlebihan pada ucapan atasan hanya membuat nilai kita minus di mata karyawan lainnya. Bersikap wajar saja, deh!
Batasi curhat
Nggak bisa dipungkiri kalau persaingan dunia kerja sangatlah ketat. Wajar, deh, kalau terkadang ada saja rekan yang ingin menjatuhkan nama baik kita melalui gosip miring.
Untuk menghindarinya sebaiknya kita jaga jarak dengan karyawan lain. Maksudnya, nih, jangan mengeluh atau curhat berlebihan pada rekan kecuali jika kita sudah sangat mengenalnya. Hasil curhatan kita (terutama yang bersifat sangat pribadi) bisa tersebar ke seluruh divisi, tuh!
No gossiping!
Salah satu cara ampuh supaya nggak digosipkan adalah dengan tidak bergosip. Saat rekan lainnya heboh membicarakan hubungan buruk atasan dengan sang suami, kita cukup tersenyum tanpa perlu berkomentar negatif.
Soalnya, nih, komentar ringan berbumbu gosip yang kita lontarkan bisa dengan mudahnya berbalik ke kita. Siapa yang menjamin kalau rekan-rekan lain nggak akan membahas 'kelemahan' kita yang doyan gosip? CC
Selama ini mungkin kita merasa asyik menggosipkan mereka. Tapi gimana kalau kita sendiri yang dijadikan bahan gosip (miring) terutama di kantor? Pastinya nggak banget, tuh! Untuk menghindarinya, ada beberapa hal yang kudu kita lakukan seperti:
Patuhi peraturan
Aturan-aturan simpel di kantor bisa berbalik menjadi sumber gosip jika kita (hobi) melanggarnya. Misalnya, nih, datang ke kantor terlambat -padahal bos sudah asyik bekerja di ruangannya- atau sibuk dandan maupun ngemil sehingga membuat meja kerja kotor dan berantakan. Dijamin, deh, rekan kerja bakal kasak-kusuk mengenai kebiasaan jelek kita!
Hasil kerja maksimal
Bekerja asal-asalan tentu nggak akan memberikan hasil yang maksimal, terutama jika kita bekerja dalam satu tim dengan rekan-rekan lainnya. Kontribusi kita yang buruk tentu bakal membuat mereka kecewa.
Kalau nggak segera bangkit dan memompa semangat baru, kita akan jadi sasaran empuk gosip. Mending 'cuma' digosipin... kalau sampai disidang bos?
Cari muka? Basi!
Menjaga hubungan baik dengan seluruh karyawan kantor memang sangat dianjurkan. Tapi bukan berarti kita harus mencari muka, tuh! Menjilat atasan dengan pura-pura bekerja keras (padahal 90% tugas dikerjakan rekan, kita hanya sibuk memberi perintah) atau memberi tanggapan berlebihan pada ucapan atasan hanya membuat nilai kita minus di mata karyawan lainnya. Bersikap wajar saja, deh!
Batasi curhat
Nggak bisa dipungkiri kalau persaingan dunia kerja sangatlah ketat. Wajar, deh, kalau terkadang ada saja rekan yang ingin menjatuhkan nama baik kita melalui gosip miring.
Untuk menghindarinya sebaiknya kita jaga jarak dengan karyawan lain. Maksudnya, nih, jangan mengeluh atau curhat berlebihan pada rekan kecuali jika kita sudah sangat mengenalnya. Hasil curhatan kita (terutama yang bersifat sangat pribadi) bisa tersebar ke seluruh divisi, tuh!
No gossiping!
Salah satu cara ampuh supaya nggak digosipkan adalah dengan tidak bergosip. Saat rekan lainnya heboh membicarakan hubungan buruk atasan dengan sang suami, kita cukup tersenyum tanpa perlu berkomentar negatif.
Soalnya, nih, komentar ringan berbumbu gosip yang kita lontarkan bisa dengan mudahnya berbalik ke kita. Siapa yang menjamin kalau rekan-rekan lain nggak akan membahas 'kelemahan' kita yang doyan gosip? CC


