Career
Cara Aman Langgar Peraturan Kantor (Part 2)

7 Nov 2012

Sekalipun kita karyawan teladan yang royal pada perusahaan, pasti, deh, ada peraturan kantor yang ingin atau sudah kita langgar. Buat yang masih sering tergoda untuk melanggar, berikut ini tip jitu menghindari SP 1:

Bikin kaus naik kelas
Melihat pekerja kreatif bebas ngantor berkaus-ria, terbit rasa iri di hati kita. Sayangnya kantor 'mengharamkan' kaus. Nag, kita bisa ngeles dari peraturan ini dengan membuktikan kalau berkaus juga bisa tampil profesional. Caranya: upgrade penampilan lainnya. Gunakan sepatu bertumit tinggi, rok pensil dan cepol rambut untuk memberikan kesan sophisticated. Lupakan dulu ransel dan bawalah tas tangan keren. Dan yang paling penting, bersikap profesional, dong!



Gosip halal

Membicarakan kejelekan rekan kerja atau atasan jadi guilty pleasure favorit banyak karyawan. Siapa, sih, yang nggak tergoda membahas atasan selingkuh atau banyak maunya. Tapi, kan, kita nggak mungkin complaint langsung ke atasan. Jadi ngomongin di belakang, deh, alias bergosip.

Larangan bergosip mungkin bukan peraturan tertulis di kantor kita, namun tetap saja hal ini tidak menunjukkan sikap profesional. Tapi selama yang kita gosipin benar-benar terjadi, sih, tidak ada yang bisa menyalahkan kita. Soalnya, kan, namanya bukan gosip lagi, melainkan fakta. He he he...

'Menjilat' Atasan
Bukan sekali-dua kali kita memuji penampilan atasan atas kehebatannya dalam bekerja. Kita juga nggak pernah lupa memberinya hadiah ulang tahun. Setiap ada informasi baru, kita rajin berbagi dan diskusi dengan atasan. Eh, rekan kerja malah mencap kita penjilat. Tenang... ada cara ngeles asyik, kok.

Dalam dunia kerja kita mengenal politik kantor. 'Menjilat' salah satu contoh yang kadang-kadang ada perlunya. Menurut konsultan karier Eddy F. Tjahja, selama tidak menjelek-jelekkan orang lain, sih, boleh saja caru muka, apalagi jika kita menunjukkan prestasi yang bagus. "Jika ada yang tidak suka, itu karena sirik," ujarnya. Setuju banget! CC



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?