Selama ini bisa jadi Anda mengira dengan lembur Anda dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat pun mencuri perhatian atasan. Padahal, tidak selamanya lembur menjadi pilihan terbaik. Justru Anda tidak mendapat manfaat apa-apa ketika melakukan lembur. Berikut beberapa alasannya.
Tidak Efisien
Jika Anda lembur karena Anda tidak efisien menyelesaikan tugas di jam kantor, tentu saja ini tidak pantas dibanggakan. Malah kebiasaan ini membuat Anda sering menunda-nunda mengerjakan tugas.
Bila menjadi rutinitas sehingga Anda tidak terbiasa dengan pekerjaan yang membutuhkan tenggat waktu cepat.
Ciptakan Image
Anda kira semakin banyak masa lembur yang diambil maka atasan menganggap Anda sebagai karyawan rajin. Biar disangka sibuk dan ‘kerja’. Padahal yang terjadi, perusahan tidak mau membayar uang lebih untuk karyawan yang menjadikan lembur sebagai ajang jaga image.
Kesehatan
Apakah Anda tidak stres, ‘berjaga’ di kantor lebih dari delapan jam setiap hari, duduk di depan komputer berhadapan dengan berkas-berkas, pagi hingga larut malam? Otak yang terlalu diporsir akan membuat stres yang imbasnya pada drop-nya kesehatan.
Mengejar Uang Lembur
Ada saja alasan karyawan untuk lembur. Salah satunya adalah untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Jika Anda salah satunya, sebaiknya jangan lagi deh, menjadikan lembur untuk alasan ‘dangkal’ seperti itu.
Gebetan
Anda satu kantor dengan ‘incaran’? Kebetulan gebetan Anda ini termasuk tipe sibuk, dan Anda pun menjadikan masa lembur untuk memata-matai si gebetan. Jangan menggunakan fasilitas kantor untuk aktifitas dan kebutuhan pribadi. Bersikaplah profesional.
‘Selingkuhan’
Anda punya pekerjaan sampingan dan menggunakan waktu lembur untuk mengerjakannya. ‘Selingkuh’ saja sudah menjadi ‘dosa’ Anda—apalagi jika kantor tidak membenarkan karyawan untuk memiliki pekerjaan sampingan. Hmm..kesalahan Anda sudah double!
Me Time
Semua orang membutuhkan ‘me time’, untuk dirinya sendiri dan keluarga. Coba bayangkan, jika Anda lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Tidak hanya kehilangan waktu untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga dan teman-teman. So, maksimalkan waktu kerja Anda dengan benar!
(ESTER PANDIANGAN/FOTO:FOTOSEARCH)
Tidak Efisien
Jika Anda lembur karena Anda tidak efisien menyelesaikan tugas di jam kantor, tentu saja ini tidak pantas dibanggakan. Malah kebiasaan ini membuat Anda sering menunda-nunda mengerjakan tugas.
Bila menjadi rutinitas sehingga Anda tidak terbiasa dengan pekerjaan yang membutuhkan tenggat waktu cepat.
Ciptakan Image
Anda kira semakin banyak masa lembur yang diambil maka atasan menganggap Anda sebagai karyawan rajin. Biar disangka sibuk dan ‘kerja’. Padahal yang terjadi, perusahan tidak mau membayar uang lebih untuk karyawan yang menjadikan lembur sebagai ajang jaga image.
Kesehatan
Apakah Anda tidak stres, ‘berjaga’ di kantor lebih dari delapan jam setiap hari, duduk di depan komputer berhadapan dengan berkas-berkas, pagi hingga larut malam? Otak yang terlalu diporsir akan membuat stres yang imbasnya pada drop-nya kesehatan.
Mengejar Uang Lembur
Ada saja alasan karyawan untuk lembur. Salah satunya adalah untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Jika Anda salah satunya, sebaiknya jangan lagi deh, menjadikan lembur untuk alasan ‘dangkal’ seperti itu.
Gebetan
Anda satu kantor dengan ‘incaran’? Kebetulan gebetan Anda ini termasuk tipe sibuk, dan Anda pun menjadikan masa lembur untuk memata-matai si gebetan. Jangan menggunakan fasilitas kantor untuk aktifitas dan kebutuhan pribadi. Bersikaplah profesional.
‘Selingkuhan’
Anda punya pekerjaan sampingan dan menggunakan waktu lembur untuk mengerjakannya. ‘Selingkuh’ saja sudah menjadi ‘dosa’ Anda—apalagi jika kantor tidak membenarkan karyawan untuk memiliki pekerjaan sampingan. Hmm..kesalahan Anda sudah double!
Me Time
Semua orang membutuhkan ‘me time’, untuk dirinya sendiri dan keluarga. Coba bayangkan, jika Anda lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Tidak hanya kehilangan waktu untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga dan teman-teman. So, maksimalkan waktu kerja Anda dengan benar!
(ESTER PANDIANGAN/FOTO:FOTOSEARCH)


