Career
Kabur dari Geng 'Racun' di Kampus

25 Oct 2012

Geng di kampus, tuh, ibarat udara yang kita hirup sehari-hari. Ada yang bebas polutan, namun ada yang mengandung zat-zat beracun. Masalahya, mengenali mana geng beracun biasanya butuh waktu. Di awal pertemanan, mereka baik-baik saja, tetapi setelah jalan beberapa bulan, baru, deh, kelihatan nggak asyiknya.

Misalnya, nih, kita yang mau cepat lulus malah terdampar di geng yang hobinya cabut bareng. Inginnya, sih, buru-buru hengkang, tapi kadang kita suka merasa nggak enak. Tenang, biar nggak terlalu mencolok kabur begitu saja, simak 5 hal di bawah ini:

Absen, ah!
Kalau biasanya tiap weekend kita selalu ikut acara kumpul bareng, mulai kurangi frekuensinya. Agar nggak terlalu mencolok, lakukan secara bertahap, jangan langsung drastis. Misalnya, yang tadinya setiap seminggu, kurangi jadi dua minggu sekali, sebulan sekali, sebelum akhirnya menghilang.

Kutu loncat
Jika sebelumnya hanya nongkrong dengan teman satu geng, mulai perluas pergaulan mingle ke teman lain. Ikuti prinsip kutu loncat alias menclok sana-sini. Hitung-hitung sekalian cari geng baru yang kita sukai dan sreg di hati. Plus personelnya bersedia menampung kita. Hehehe...

Sibuk UKM
Gabung, deh, ke UKM yang bidangnya nggak disukai geng racun, sehingga mereka nggak tertarik ikut. Dengan punya aktivitas beda, menjauhnya kita dari geng nggak akan terlalu mencolok. Ada alasan untuk sok sibuk!

Jadwal bentrok
Pas mengisi KRS, sebisa mungkin bedakan jadwal kuliah mapun kelas kita dari geng racun, sehingga nggak perlu terus-menerus bersama dengan mereka di kampus. Dengan jarang bersama, kedekatan akan luntur dengan sendirinya, tuh!

Pacar multifungsi
Gunakan pacar baru sebagai alibi untuk jarang ngumpul. Mereka pasti memaklumi. CC


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?