Sebagai seorang ibu, Anda pasti menginginkan yang terbaik bagi buah hati Anda, termasuk dalam pola pengasuhan anak. Namun bagaimana jadinya bila Anda dan suami sama-sama bekerja sehingga Anda harus memercayakan anak Anda kepada babysitter atau orang tua Anda?
Menurut konsultan Monty Satiadarma, idealnya, pengasuhan anak yang dilakukan langsung oleh ibu adalah lebih baik bagi perkembangan pribadi anak kelak. Namun, adakalanya tuntutan sosial kerja membuat ibu kurang memiliki cukup waktu untuk mengasuh anak. Selain itu, ada kemungkinan mereka yang biasa bekerja kantoran akan mengalami stres jika hanya mengasuh anak di rumah.
"Masalah Anda mengenai pengasuh anak yang tidak profesional, tentu bisa diatasi dengan cara profesional. Artinya, jika ia tidak cukup terampil mengasuh sesuai dengan harapan, Anda punya hak untuk memberhentikannya. Anda layak mempertimbangkan pola asuh yang lebih layak bagi masa depan perkembangan anak Anda," ungkap Monty.
"Memang berat untuk langsung berhenti bekerja. Tetapi, membiarkan buah hati Anda dirawat oleh pengasuh yang Anda anggap kurang becus, tentunya membuat Anda cemas. Anda memang harus mengambil tindakan untuk mengatasi dilema ini. Anda perlu mempersiapkan diri memahami perkembangan anak usia dini," jelas Konsultan Irma Makarim.
Menurut Irma, masa usia dini, yaitu satu sampai delapan tahun, merupakan fase perkembangan fisik dan mental yang terpenting dalam seluruh kehidupan seseorang. Perkembangan otak yang paling intensif terjadi dalam tiga tahun pertama dalam kehidupan kita semua.
"Anda berdua mempunyai beberapa pilihan. Berhenti bekerja dan merawat anak Anda sendiri, ideal sekali bila Anda bisa hadir dan merawat anak Anda sendiri. Jika belum memungkinkan, maka Anda harus berusaha menciptakan pekerjaan yang bisa Anda lakukan dari rumah. Kalau perlu dengan didampingi pengasuh yang dididik sebelumnya sehingga bisa Anda percayai untuk ikut merawat anak Anda," ujar Irma.
Bila kedua pilihan ini tak juga bisa dilaksanakan, maka dengan terpaksa Anda harus mendidik seorang pengasuh sampai bisa Anda serahkan tanggung jawab perawatan anak Anda. Dalam hal ini, kalau dimungkinkan, minta bantuan ayahanda untuk bisa ikut mengawasinya. (f)


