Jangan nonton konser dekat speaker karena bisa berisiko tinggi bagi pendengaran. Foto ilustrasi: CanvaPendengaran yang sehat adalah anugerah yang sering kali terlupakan. Padahal pendengaran juga menjadi kunci berkomunikasi dengan banyak orang.
Sahabat Femina di sini pernah merasakan telinga berdenging atau terasa penuh setelah pulang nonton konser?
Gejala ini bukan sekadar efek samping biasa—melainkan tanda bahwa telinga sedang memberi sinyal gangguan akibat paparan suara keras berlebihan.
“Paparan suara keras dari soundsystem, terutama dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan sel rambut halus di koklea (rumah siput dalam telinga) menjadi berantakan,” demikian penjelasan dr. Ashadi Budi, Sp.T.H.T.B.K.L dari Rumah Sakit Pondok Indah – Bintaro Jaya, saat diwawancarai Femina di acara diskusi media bertajuk Gendang Telinga Robek dan Tata Laksana Metode Timpanoplasti di Urban Forest, beberapa waktu lalu.
Selain soundsystem, apa lagi yang bisa membuat indra pendengaran jadi terganggu? Simak penjelasannya!
Telinga manusia ada batas daya tahan alaminya
Kemampuan pendengaran manusia memiliki batas alami. “Pendengaran itu ada limitnya. Kalau kita mendengarkan suara keras terus-menerus, lama-lama bisa rusak, seperti otot yang dipaksa angkat beban melebihi kemampuan,” jelas dr. Ashadi.Telinga bisa menerima suara nyaman sekitar 60-80 desibel dalam kondisi normal. Namun, jika terpapar suara mesin atau musik keras lebih dari satu jam tanpa jeda, kerusakan bisa terjadi secara perlahan tanpa disadari.
Bahaya tersembunyi: Musik favorit bisa jadi pemicu masalah
Berbeda dengan suara mesin yang memang terdengar mengganggu, musik favorit sering kali menipu karena terasa menyenangkan. “Siapa yang suka pakai earphone lebih dari 1 jam dan volumenya lebih dari 60 persen? Itu sudah termasuk berisiko,” ujar dr. Ashadi.WHO bahkan telah mengeluarkan panduan yang dikenal dengan Rule of 60: Mendengarkan selama 60 menit maksimal di 60% volume. Melanggar aturan ini dapat mengakibatkan penurunan pendengaran secara perlahan, terutama pada anak dan remaja yang belum memahami risikonya.
Telinga punya sistem perlindungan, tapi tak selamanya cukup
Tubuh manusia memang luar biasa. Gendang telinga memiliki sistem peredam alami yang otomatis bisa menyesuaikan diri terhadap suara keras mendadak.“Kalau tiba-tiba ada suara sangat keras, gendang telinga akan tertarik ke dalam, untuk meredam agar suara tidak langsung masuk ke rumah siput atau koklea,” jelas dr. Ashadi.
Meski begitu, sistem ini tidak akan cukup jika telinga terus-menerus dipaksa menerima suara keras dari earphone, konser, apalagi soundsystem yang berada di dekat dan bersuara keras dalam waktu cukup lama.
Lepas konser, kita ngapain?
Telinga berdenging setelah menonton konser (yang dalam medis disebut dengan tinnitus) memang kurang nyaman. Beberapa hal dapat diupayakan untuk mengembalikan sel rambut koklea kembali ke posisi semula dan pendengaran kembali normal setelah menonton konser, di antaranya:- Istirahat dan hindari suara bising sementara waktu, sekitar 1-2 hari ke depan
- Relaksasi dan cukup tidur untuk membantu pemulihan tubuh termasuk telinga
- Jika tinnitus berlanjut dan disertai gejala lain, segera periksakan diri ke dokter THT
Menjaga pendengaran berarti menjaga kualitas hidup. Telinga yang sehat bukan hanya tentang mendengar dengan baik, tetapi juga tentang mendukung dan menjaga kenyamanan komunikasi keluarga sehari-hari; apalagi untuk anak-anak.
Mulailah jaga pendengaran dari kebiasaan kecil, seperti menurunkan volume dan membatasi durasi mendengarkan musik; hal ini bisa bikin perbedaan besar dalam jangka panjang.
Lindungi telinga sejak dini. Terapkan 'Rule of 60' sehari-hari, dan ajarkan kebiasaan mendengarkan yang sehat kepada seluruh anggota keluarga!
Baca juga:
Dengarkan Jantungmu! Fakta Soal Heart Rate Ini Wajib Diketahui Pelari Pemula
Pedas yang Sehat, Rahasia Cabai Agar Tubuh Lebih Kuat
Jangan Sepelekan! Mata Kering Bisa Jadi Indikasi Penyakit Autoimun
Laili Damayanti
Topic
#TelingaSehatKeluargaBahagia, #BijakGunakanEarphone, #AnakHebatPendengaranKuat, #60Menit60Persen


