
Foto: Shutterstock
3/ Phantosmia
Tampaknya COVID-19 banyak mempengaruhi indera penciuman, setelah parosmia, penelitian terakhir mengungkapkan jika salah satu gejala dari gangguan yang disebabkan oleh virus COVID-19 ini adalah phantosmia.
Melansir dari halodoc.com, phantosmia adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mencium sesuatu yang pada kenyataannya tidak ada atau disebut juga halusinasi penciuman. Pengidap gangguan ini umumnya mencium berupa bau asap atau bau terbakar. Baunya mungkin terus tercium atau datang dan pergi. Masalah ini juga dapat terjadi hanya sebentar atau bertahan dalam waktu yang lama.
Baik parosmia maupun phantosmia, keduanya saling terkait dan dikenal dengan gangguan penciuman kualitatif karena kualitas bau yang dirasakan telah berubah. Beberapa masalah terkait penciuman kualitatif lainnya adalah anosmia (hilangnya indra penciuman) dan hiperosmia (peningkatan indra penciuman ke tingkat abnormal).
Gejala ini sebaiknya tidak disepelekan. Karena pada beberapa kasus yang parah, gangguan ini dapat menyebabkan pikiran untuk bunuh diri. Untuk mempermudah proses diagnosis, jika merasa mengalami gangguan pada penciuman, cobalah untuk membuat catatan terkait masalah penciuman ini sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Baca Selanjutnya: 4/ Covid Tongue

Faunda Liswijayanti
Topic
#3m, #IngatPesanIbu, #covid19, #corona




