Mengelola stres sesuai kepribadian kita bisa menyehatkan jiwa. Foto ilustrasi: Freepik
Menghindari stres tampaknya sudah jadi hal yang mustahil. Karena itu, kita perlu kemampuan mumpuni untuk mengelola stres alias hidup bersama stres itu.
Salah satu langkah awal mengelola stres adalah mengetahui stress language diri sendiri.
Stress language adalah cara seseorang untuk menggambarkan pikiran dan perasaan saat merasa stres atau sedang menghadapi masalah.
Ketika kita mampu memahami tipe dan cara mengelolanya, stres tak lagi jadi hal menyebalkan dalam hidup, tapi sebuah proses alami yang hanya numpang lewat.
Seperti apa tipe stress language Sahabat Femina? Kenali, yuk, stress language mengutip Simply Psychology!
1/ FIGHT
Ciri-ciri:
Kamu merespons stres dengan cara meledak-ledak seperti berteriak, membentak, bersikap agresif, gampang marah, menyerang atau menyalahkan orang lain. Mirip tantrum, tapi gampang menyalahkan orang lain. Kamu lebih memilih untuk menuntaskan masalah secepat mungkin daripada hanya berdiam diri.
Kelola stres lebih baik dan sehat:
Kamu bisa bermeditasi atau yoga untuk menenangkan diri, serta menangis untuk mengekspresikan emosi, bukan playing victim. Keluarkan emosi yang seperti petasan itu lewat olahraga, seperti bela diri dan boxing.
2/ FLIGHT
Ciri-ciri:
Kamu ingin menghindari konflik, mengubah topik pembicaraan, sering menyangkal, dan memendam emosi. Kamu tidak tahu cara mengekspresikan perasaan dengan kalimat dan sering mengabaikan emosi negatif yang ada di dalam diri. Cemas atau panik, napas pendek-pendek, dan sering menggoyang-goyangkan kaki. Ups!
Kelola stres lebih baik dan sehat:
Belajar berkomunikasi dengan baik serta berani menerima dan menghadapi perasaan negatif di tengah konflik adalah hal yang bisa kamu coba.
Menangislah untuk meluapkan emosi yang ada, bukan untuk membuat lawan bicara merasa bersalah. Belajarlah untuk tidak memendam atau menyangkal perasaan, apalagi ketika kamu yang sebenarnya melakukan kesalahan.
3/ FREEZE
Ciri-ciri:
Kamu lebih mudah putus asa, cenderung bingung untuk menyelesaikan masalah yang ada, dan menyalahkan diri sendiri saat menghadapi masalah. Kamu tidak bisa langsung menerima saran di situasi sulit, dan lebih memilih untuk menjauhkan diri. Kadang-kadang, dari POV orang lain, kamu seperti nge-ghosting.
Kelola stres lebih baik dan sehat:
Menangis untuk meluapkan emosi yang ada supaya tidak merasa tersiksa, dan jangan pernah merasa bahwa kamu sendirian. Meditasi atau yoga serta journaling untuk menuangkan perasaan atau emosi yang sedang dirasakan bisa diterapkan.
Begitu pula teknik grounding 54321, teknik menenangkan pikiran menggunakan panca indra supaya fokus pada momen dan menghindari berbagai pikiran stres. Tutup mata, tarik napas dalam, lambat, dan panjang. Kemudian buka mata.
Setelah itu, sebutkan 5 objek yang pertama kali kamu lihat, 4 objek yang dapat kamu sentuh dengan menyebutkan teksturnya, 3 objek yang dapat kamu dengar, 2 objek yang dapat kamu cium wanginya, 1 objek yang dapat dirasakan oleh indra pengecapmu, lalu akhiri dengan menghirup napas dalam-dalam dan membuangnya melalui mulut.
4/ FAWN
Ciri-ciri:
Tipe ini ingin membuat orang di sekitarnya menjadi senang demi menghindari konflik. Kamu selalu berusaha memenuhi ekspektasi orang, takut beropini terbuka, lebih memilih mengalah, selalu menurut, minta maaf berlebihan, dan takut ditinggal atau sendirian.
Kelola stres lebih baik dan sehat:
Paling penting, beranilah untuk menolak hal yang tidak kamu sukai atau terasa sudah membebanimu. Cobalah jadi diri sendiri yang mampu bersikap tegas. Konsultasikan dengan psikolog jika kamu perlu bantuan ahli, terutama kenapa kamu takut diabaikan atau ditinggal orang lain.
Jangan biarkan berlarut-larut, agar stres bisa dikelola dengan baik, sebelum jadi ancaman kesehatan mental.
Baca juga:
4 Cara Halau si Penyakit Manis yang Tenang Tapi Menghanyutkan
Bangun Tidur Langsung Cek Handphone? Kepribadian Kamu Bisa Ditebak!
6 Tips Jaga Kesehatan Mental yang Wajib Dilakukan Perempuan Bekerja
Zornia Harisantoso




