Sinar matahari dan aktif secara fisik bisa menjauhkan osteoporosis dari kita. Foto ilustrasi: Pexels/Engin Akyurt
Salah satu ciri tubuh sehat dan kuat adalah tubuh tegap, tidak bungkuk, dan jauh dari tulang keropos.
Tulang keropos atau osteoporosis adalah penyakit yang terjadi saat kepadatan dan kualitas tubuh berkurang. Karena tulang lebih keropos dan rapuh, risiko patah tulang pun meningkat.
Kerusakan tulang ini terjadi tanpa kita sadari dan bertahap dalam beberapa tahun tanpa gejala yang jelas, dan baru terdeteksi setelah mengalami kerusakan tulang. Karena itu, osteoporosis dijuluki "silent epidemic."
Di dunia, 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria berusia 50 tahun ke atas berisiko mengalami patah tulang karena osteoporosis. Bahkan wanita dengan osteoporosis lebih mudah patah tulang meski hanya mengalami cedera ringan.
Mumpung masih muda, yuk, jauhkan diri dari silent epidemic ini. Hari Osteoporosis Sedunia tanggal 20 Oktober bisa jadi momentum kita untuk lebih peduli pada kesehatan tulang serta kesehatan kita secara menyeluruh.
Kenali gejalanya!
1. Postur bungkukCek postur tubuh di cermin. Kadang kita membungkuk tanpa sadar karena posisi malas (slouching), bukan karena osteoporosis. Namun jika sulit untuk memperbaikinya, ada kemungkinan itu gejala osteoporosis.
2. Menurunnya tinggi badan
Pada lansia lumrah saja jika tinggi badan saat muda lebih tinggi dari sekarang. Tapi jika kita masih muda, pastikan tinggi kita tidak berkurang karena postur membungkuk.
3. Sering cedera atau keretakan tulang
Biasanya terjadi pada pergelangan tangan, lengan, atau tulang pangkal paha.
4. Sakit punggung
Sakit punggung ini terasa terus-menerus dalam jangka panjang.
Lakukan ini agar tulang kuat dan terhindar dari patah tulang!
1. Olahraga teraturMager atau kurang latihan fisik akan mengurangi tekanan pada tulang sehingga mengurangi pemebentukan tulang baru dan meningkatkan risiko osteoporosis.
2. Diet sehat kaya nutrisi untuk tulang
Konsumsi kalsium yang cukup, karena 99% kalsium tubuh berada di tulang. Begitu pula dengan konsumsi vitamin D, baik dari sumber makanan maupun sinar matahari. Vitamin D pada tubuh baru aktif saat dibantu sinar matahari.
3. Hindari gaya hidup tidak sehat
Minuman mengandung alkohol (lebih dari 2 unit/hari) meningkatkan risiko osteoporosis dan fraktur panggul, dan nikotin dalam rokok menyebabkan terjadinya penyerapan kembali kalsium dalam ginjal. Kafein dan soda juga mengurangi penyerapan kalsium alam tubuh.
4. Deteksi dini faktor risiko
Sejumlah 80% kepadatan tulang diwariskan secara genetik. Jika berisiko tinggi, lakukan pemeriksaan dan pengobatan ke rumah sakit.
Sumber: kemkes.go.id
Baca juga:
Duduk Lama Bisa Sebabkan Gagal Ginjal? Ini Kata Para Ahli!
Selain Susu Sapi, 4 Susu Ini Kaya Nutrisi Penting untuk Kesehatan
Jangan Ragu Berjemur di Pagi Hari, Bisa Perbaiki Mood
Zornia Harisantoso


