Health & Diet
3 Diet Terbaik untuk Obesitas

3 Apr 2020


Foto: Pixabay 

3/ Volumetrics Diet
Program diet ini dikembangkan oleh profesor nutrisi Penn State University, Barbara Rolls. Diet ini membagi makanan menjadi empat kategori berdasarkan kepadatan kalori. Kategori satu termasuk buah-buahan dan sayuran tanpa tepung, sup, dan susu tanpa lemak. Kategori dua yakni buah dan sayuran bertepung, sereal, daging rendah lemak, dan kacang-kacangan. Kategori tiga termasuk daging lainnya, keju, roti, saus salad, es krim, dan kue. Terakhir, kategori empat yakni kerupuk, keripik, permen cokelat, kue, kacang, mentega, dan minyak. Tidak ada makanan yang dilarang, namun disarankan untuk makan makanan kategori satu dan dua, membatasi ukuran porsi makanan dalam kategori tiga, dan meminimalkan pilihan dari kategori empat.
 
dr. Juwalita : Diet ini mengklasifikasikan makanan berdasarkan densitas (jumlah kandungan) energi (kalori) di dalamnya. Contohnya, 100 gram nasi mengandung kalori 175 kal, dibandingkan dengan sayur bayam dengan berat yang sama hanya mengandung 25 kal. Program diet ini menganjurkan untuk lebih baik mengonsumsi makanan yang densitas energinya lebih rendah. Bahkan program diet ini tidak membatasi jumlah sebanyak apapun mengonsumsi sayur dan buah.
 
Selain itu, program ini juga tidak melarang untuk mengonsumi makanan dengan densitas tinggi, namun jangan sampai menjadi prioritas apalagi dengan jumlah yang banyak. Pembatasan jumlah kalori yang masuk dalam tubuh tentu akan memengaruhi berat badan. (f)   
 

Baca Juga:
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Dari Serangan Virus Dengan Mandi Sinar Matahari 

5 Latihan Kardio Yang Bisa Dilakukan di Rumah 

Jurus Anti Pegal Saat Kerja di Rumah
 


Topic

#diet

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?