Biasanya, bayangan mengerjakan skripsi sudah menyeramkan, bikin stres dan menguras tenaga--ditambah anggapan sidang skripsi yang selalu menegangkan. bagaimana kalau kita mendapat dosen pembimbing yang nggak kooperatif--susah dihubungi dan menyediakan waktu sedikit buat bimbingan?
Eits...anti, deh, stres dan putus asa. supaya nggak iri lihat teman merdeka sementara kita masih berkutat pada skripsi, CC punya tip mengatasi dosen pembimbing super sibuk!
Catat!
Minta semua nomor yang bileh dihubungi seperti e-mail, nomor ponsel dan rumah. Tanya juga semua akses untuk bertemu dengannya--alamat rumah atau tempat kerja lainnya. Pokoknya jangan hanya mengandalkan satu sarana buat berkomunikasi dengannya, deh. Jadi kalau susah ditemui, banyak cara lain untuk menghubunginya. Menghadapi dosen sibuk nggak bisa cuma menunggu, kita harus 'jemput bola', tuh.
Ekstra dinamis
Sedang jalan dengan si dia mendadak dosen minta ketemuan? akhir pekan selalu diisi dengan bimbingan? Atau harus menempuh puluhan kilometer untuk konsultasi di sumahnya? Percaya, deh, buat dosen super sibuk hal ini, sih, wajar. yang penting, jangan malas dan berpikir menunda kesempatan emas ini, ya.
Bersikap dinamis jadi senjata paling oke. Walaupun beberapa rencana terganggu (plus bikin stres) karena jadwal bimbingan yang rada spontan, tapi bayangan lulus bisa banget terbayar, tuh. Sst... CC juga menyarankan selalu siap dengan materi skripsi di mana saja. Ribet sedikit sah-sah aja, asal skripsi beresss!
Kudu maksimal...
Sudah berhasil menghubungi dosen pembimbing? Manfaatkan dengan maksimal, dong. Konsultasikan semua hal membingungkan dan diperlukan untuk materi skripsi--makanya penting selalu mencatat yang ingin didiskusikan. Waktu efektif terpakai, apalagi kalau waktu kosong dosen hanya sebentar.
Setelah selesai bimbingan tanyakan jadwal dosen selama sebulan ke depan dan langsung atur jadwal bimbingan selanjutnya. Kalau waktu luang dosen hanya sedikit, pastikan bagaimana cara dan kapan bisa menghubunginya.
Cara lain...
Kalau sang dosen benar-benar nggak bisa diharapkan, ajukan saja permohonan pergantian dosen pembimbing. Jelaskan alasan-alasan yang kuat untuk mengajukannya. Kalau kampus kita nggak gampang menerima permohonan tersebut, mendingan konsultasi ke dosen favorit yang banyak waktu aja--tanpa perlu ganti pembimbing.
Bisa juga sharing dengan teman yang punya metode serupa--tapi jangan nyontek! Banyak juga, kok, buku yang menjelaskan kiat menulis skripsi. Jadi, kita nggak hanya bergantung pada pembimbing--cukup minta persetujuan dan tanda tangannya. tetap saja, sukses atau nggaknya skripsi, tergantung si penulis. Kalau memang kita buat sendiri, sudang pasti bisa kita hadapi, deh. CC
Eits...anti, deh, stres dan putus asa. supaya nggak iri lihat teman merdeka sementara kita masih berkutat pada skripsi, CC punya tip mengatasi dosen pembimbing super sibuk!
Catat!
Minta semua nomor yang bileh dihubungi seperti e-mail, nomor ponsel dan rumah. Tanya juga semua akses untuk bertemu dengannya--alamat rumah atau tempat kerja lainnya. Pokoknya jangan hanya mengandalkan satu sarana buat berkomunikasi dengannya, deh. Jadi kalau susah ditemui, banyak cara lain untuk menghubunginya. Menghadapi dosen sibuk nggak bisa cuma menunggu, kita harus 'jemput bola', tuh.
Ekstra dinamis
Sedang jalan dengan si dia mendadak dosen minta ketemuan? akhir pekan selalu diisi dengan bimbingan? Atau harus menempuh puluhan kilometer untuk konsultasi di sumahnya? Percaya, deh, buat dosen super sibuk hal ini, sih, wajar. yang penting, jangan malas dan berpikir menunda kesempatan emas ini, ya.
Bersikap dinamis jadi senjata paling oke. Walaupun beberapa rencana terganggu (plus bikin stres) karena jadwal bimbingan yang rada spontan, tapi bayangan lulus bisa banget terbayar, tuh. Sst... CC juga menyarankan selalu siap dengan materi skripsi di mana saja. Ribet sedikit sah-sah aja, asal skripsi beresss!
Kudu maksimal...
Sudah berhasil menghubungi dosen pembimbing? Manfaatkan dengan maksimal, dong. Konsultasikan semua hal membingungkan dan diperlukan untuk materi skripsi--makanya penting selalu mencatat yang ingin didiskusikan. Waktu efektif terpakai, apalagi kalau waktu kosong dosen hanya sebentar.
Setelah selesai bimbingan tanyakan jadwal dosen selama sebulan ke depan dan langsung atur jadwal bimbingan selanjutnya. Kalau waktu luang dosen hanya sedikit, pastikan bagaimana cara dan kapan bisa menghubunginya.
Cara lain...
Kalau sang dosen benar-benar nggak bisa diharapkan, ajukan saja permohonan pergantian dosen pembimbing. Jelaskan alasan-alasan yang kuat untuk mengajukannya. Kalau kampus kita nggak gampang menerima permohonan tersebut, mendingan konsultasi ke dosen favorit yang banyak waktu aja--tanpa perlu ganti pembimbing.
Bisa juga sharing dengan teman yang punya metode serupa--tapi jangan nyontek! Banyak juga, kok, buku yang menjelaskan kiat menulis skripsi. Jadi, kita nggak hanya bergantung pada pembimbing--cukup minta persetujuan dan tanda tangannya. tetap saja, sukses atau nggaknya skripsi, tergantung si penulis. Kalau memang kita buat sendiri, sudang pasti bisa kita hadapi, deh. CC


