Bilatempat kita menuntut ilmu masih berada di kota yang sama dengan ortu,masih perlu ngekos nggak? Sebelum memutuskan, sesuaikan duludengan kondisi dan kebutuhan kita, yuk!
NGEKOSSAJA!
-Rute antarkota
Masihberada di kota yang sama, belum tentu jarak kampus dengan rumah cukupmanusiawi. Kampus di ujung utara sedangkan rumah di ujung selatan,misalnya. Apalagi kalau harus nyambung angkot hinggaberkali-kali (plus ngelewatin beberapa pasar!) Daripada tua dijalan dan sering telat masuk kelas, ngekos dekat kampusmerupakan jalan keluar terbaik.
-Mahasiswi kantoran
Saatmemutuskan kuliah sampai kerja, perhatikan jarak antara rumah,kampus, dan kantor. Kalau letaknya berjauhan, mendingan kos di dekatkampus atau kantor saja. Pas weekend, baru, deh, setor muka kerumah...
(TETAP)NEBENG ORTU, DONG!
-Miss Skripsi
Meskijarak kampus lumayan jauh dan butuh ongkos nggak sedikit, rugi bangetjika kita ngekos saat kuliah sudah berada di babak akhir (baca:tinggal skripsi). Kan, kita sudah berada di babak akhir (baca:tinggal skripsi). Kan, kita sudah nggak perlu bolak-balik ke kampussetiap hari. dengan tinggal di rumah ortu, kita bisa menghemat biayasewa kos, uang makan, laundry, dan sebagainya. Tapi ini nggakberlaku jika skripsi menuntut kita bolak-balik ke kampus, ya...
-(Bukan) Malin Kundang
Bukannyasok berbakti, gimana kalau ortu mendadak butuh diantar ke dokter dannggak ada orang di rumah yang bisa diandalkan? Riskan banget! Lainhalnya kalau kita dari keluarga besar di mana keadaan rumah selaluramai, ya.
ALASANSALAH
-Ingin bebas
Punyaortu otoriter kadang memang bikin batin tersiksa. Tapi kalau itu jadialasan kita untuk keluar dari rumah, salah banget. Biasanya, nih,terlalu girang atas kebebasan yang (nanti) didapat malah bikin kitalepas kontrol dan bisa terjerumus ke hal-hal negatif.
-'Room service'
Pikirseribu kali, deh, jika alasan ngekos hanya untuk bisa berduaansama pacar. Selain berisiko hamil di luar nikah, malu banget, kan,kalau sampai digerebekmasyarakat sekitar.... CC


