Food Trend
Teknologi Pengemasan Canggih

21 Mar 2016


Kemasan praktis membuat kepopuleran minuman ready to drink (RTD) menanjak cepat. Banyaknya permintaan pasar membuat para produsen harus berlomba dalam produksi. Pabrik dengan teknologi dan sistem pengemasan canggih mampu memproduksi ribuan botol minuman RTD tiap hari. Hot filling dan cold aseptic filling adalah dua sistem pengemasan yang kini umum diaplikasikan dalam pabrik pembuatan minuman RTD.

Sistem pengemasan hot filling pada dasarnya adalah proses mengemas minuman ke dalam kemasan saat suhunya panas. Di saat yang bersamaan proses sterilisasi kemasan dilakukan oleh suhu tinggi dari minuman tersebut. Semua dilakukan oleh rangkaian mesin yang saling terkoneksi.
     
Proses diawali dengan mencetak kemasan yang telah ditentukan. Umumnya kemasan berbahan kaca, kaleng, karton berlapis, atau plastik. Pada saat yang bersamaan, minuman diracik. Selanjutnya, minuman dialirkan melalui pipa dan dipanaskan hingga suhu 135o C selama 20 detik, lalu dimasukkan dalam kemasan dan dibiarkan hingga suhu turun menjadi 90o C. Di sinilah proses pensterilan kemasan dimulai. Kemasan yang telah berisi minuman kemudian ditutup dan dibalikkan, sehingga leher dan tutup botol terpapar minuman panas dan menjadi steril.

Sesuai namanya, cold aseptic filling, proses memasukkan minuman ke dalam kemasan dalam kondisi tidak panas adalah inti proses ini. Tapi ada syaratnya, yaitu baik minuman maupun kemasannya sudah dalam keadaan steril. Untuk ini, minuman disterilkan dengan pasteurisasi pada suhu 135o C selama 4 detik. Selanjutnya, minuman didinginkan hingga suhu ruang (30o C - 35o C), lantas dimasukkan ke dalam kemasan aseptik/steril. Metode pensterilan kemasan dilakukan dengan cara yang berbeda, tergantung bahannya. Untuk wadah yang terbuat dari plastik, dapat digunakan etilen oksida, hidrogen peroksida, atau dengan cara radiasi.

Kedua cara pengemasan ini membuat minuman bebas kontaminasi dan umur simpan lebih panjang menjadi 1 tahun tanpa penambahan bahan pengawet.
Dibandingkan hot filling, metode cold filling memiliki beberapa kelebihan. “Proses pemanasan dalam waktu yang lebih singkat menjaga zat gizi—terutama vitamin—dan cita rasa yang terkandung dalam minuman,” terang Nuri. Selain itu, jika menggunakan kemasan botol plastik, bijih plastik yang digunakan lebih ringan dari bijih plastik pada metode hot filling. Untuk mencetak botol ukuran 420 ml hanya membutuhkan 17,5 g bijih plastik. Lebih ringan 36% dari bijih plastik seberat 26 g yang digunakan pada metode hot filling.(f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?