Sering kita perhatikan orang Korea Selatan tak hanya memiliki kulit sehat tetapi juga enerjik. Itu semua ternyata berhubungan dengan kebiasaan mereka selalu mengonsumsi sayur dan buah sehari-hari. Salah satu ‘cara’ Korea mengkonsumsi buah dan sayuran adalah dengan minum jus. Hurom, salah satu merek mesin jus terpopuler di Korea Selatan, menjadi standar dengan keunggulan yang khas yaitu teknologi slow juicer. Bila Anda jeli, produk ini sering berada di dapur-dapur drama seri Korea.
Berbeda dengan mesin jus pada umumnya yang mengandalkan ketajaman pisau dan kecepatan tinggi untuk memotong, Hurom justru ‘melambat’ dengan memeras keluar sari sayur, buah, biji-bijian, dan kacang. Idenya sama seperti kala kita memeras jeruk, air dan bilur buahnya masih ada.
Kelebihan proses slow juicing yaitu tidak ada pergesekan yang menghasilkan panas sehingga kandungan penting dari sayuran dan buah seperti vitamin, mineral, serat, dan enzim tetap terjaga. Bisa dilihat, saat membuat jus dengan Hurom, jus bisa bertahan dan tidak teroksidasi (terpisah) selama 12 jam di dalam lemari pendingin. Jadi bila pagi hari sebelum berangkat kerja, kita bisa membuat jus untuk saat sarapan dan makan siang. Target untuk makan buah 560 gr/ hari bisa terpenuhi!
“Tip agar mudah mengonsumsi buah dan sayur, sebaiknya mulai membuat jus berdasarkan warnanya. Misalnya warna merah dengan bit, stroberi, dan delima,” tutur Chef Edwin Lau Brand Ambassador Hurom Indonesia.
Selain itu, keunggulannya mesin yang tidak berisik, pas untuk kehidupan di apartemen. Ampasnya bisa digunakan sebagai masker atau pupuk organik tanaman di rumah.
Jadi, mengubah gaya hidup sehat dan menjadikannya kebiasaan bisa dengan cara yang sederhana. Alat ini bisa diperoleh di toko alat rumah tangga seperti Ace Hardware. (f)
TV


