Food Trend
Cerita Di Balik Dessert Panforte

3 Aug 2016


Banyak yang mengatakan bahwa panforte mirip dengan fruitcake. Padahal, bisa dibilang panforte lebih menyerupai nougat daripada cake. Teksturnya padat dan biasanya dicetak menggunakan loyang yang tidak terlalu tinggi.

Memiliki arti ‘roti kuat’ (strong bread), makanan manis khas daerah Siena, Tuscany, ini biasa hadir pada perayaan Natal. Wajar saja, karena cerita tentang pembuatannya pun tak lepas dari dunia gereja. Dalam satu artikel sejarah dari tahun 1200-an milik keluarga Cacciaconti, diceritakan bahwa saat itu penghuni biara Montecellesi (saat ini Montecelso) wajib memberikan roti dengan merica dan madu (panforte) kepada biarawati sebagai bentuk bayaran.
           
Ada juga cerita yang sedikit dibumbui kejadian magis. Pada tahun 1200-an, seorang calon biarawati bernama Leta menemukan gundukan gula, rempah, dan almond di bagian bawah lemari. Ulah tikus yang telah melubangi kantong persembahan dari para peziarah ini berhasil membuat bahan-bahan tersebut tercampur sia-sia. Ia pun bingung hendak berbuat apa.
          
Lalu seekor kucing hitam datang ke dapur. Tiba-tiba muncul ide dalam benak Leta untuk memasak bahan yang tercampur itu menjadi sesuatu yang lezat. Ia pun membuat karamel dari gula, mencampur semua rempah dan almond, lalu merekatkan semuanya dengan madu. Kemudian ia menuangnya ke dalam panci dan memanggangnya.
           
Biarawati itu sangat puas ketika aroma lezat tercium dari dalam tungku. Saat itu pula si kucing bertanya, “Apakah kau tidak akan mencicipinya?” Kucing itu memang tidak bisa berbicara, melainkan iblis. Leta lantas melempar kucing dengan isi panci. Kucing itu pun berubah ke wujud aslinya dan menghilang dalam kepulan asap berbau busuk.
           
Saat biarawati senior, Berta, menghampiri dapur, yang tercium hanyalah aroma surgawi dessert ini yang telah mengalahkan bau busuk iblis. Penasaran dengan ‘kekuatannya’, ia pun mencoba panforte yang masih tersisa di panci.
           
Cerita ini mungkin saja tidak lagi diingat oleh warga Italia, tapi pamor panforte tidak pernah luntur di seluruh penjuru Italia, khususnya di Siena yang menjadi ibu kota camilan manis ini. Konon, di sini panforte harus dibuat dengan 17 macam bahan yang mewakili 17 bagian Kota Siena. (f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?