
Kolak berkembang di Pulau Jawa di tengah masa penyebaran Islam. Kolak diserap dari kata ‘khalik’ yang berarti sang pencipta alam. Pisang kepok secara tradisional digunakan karena bisa dipelesetkan menjadi ‘kapok’. Sementara ubi menyasar ke kata telo pendem (ketela) yang berarti mengubur kesalahan. Kolak bisa diperkaya dengan campuran biji salak, pacar cina, dan kolang-kaling.
Topic
#puasadanlebaran


