Food Story
Mengenal Keunikan Jamu, Ramuan Tradisional Indonesia Yang Tetap Disuka

26 Sep 2019




Yang juga menarik diamati, seperti juga pengobatan tradisional, selain kandungan dalam bahan-bahan pembuatnya, unsur keyakinan ikut memengaruhi kemanjuran jamu. Dalam antropologi, pengobatan tradisional dibedakan antara yang natural dan supranatural.

Natural adalah yang menggunakan benda-benda yang berasal dari tanaman, hewan, dan usaha manusia sendiri, sementara supranatural terkait hal-hal yang sistem keyakinan supranatural non-human. 

“Dalam praktiknya ada campuran keduanya. Ini juga yang membedakan antara tabib dan dukun. Tabib melakukan praktik pengobatan natural, sementara dukun lebih banyak di ranah supranatural,” jelas Semiarto.

Contohnya, jamu yang terbuat dari herbal digolongkan pengobatan natural. Tapi, saat bahan yang digunakan memiliki latar belakang  legenda tertentu, dan dalam prosesnya dibuat lewat ritual tertentu oleh seorang yang dianggap memiliki kesaktian, jamu itu bisa dibilang mengandung unsur supranatural. 

Adanya keyakinan terhadap pengobatan tradisional ikut memengaruhi kemanjurannya. Dalam dunia medis, ini sering disebut efek placebo. Yang unik, makin sulit didapat dan pahit, biasanya makin diyakini kemanjurannya.

Ini kemudian juga memengaruhi keberlanjutan pewarisan jamu. Makin bernilai supranatural dan sakral, makin susah mencari penerusnya, atau dirahasiakan bahan dan metode pembuatannya. Keberlanjutannya pun lebih mengkhawatirkan. 

Sebaliknya, makin biasa dan natural pengetahuan, makin mudah tersebar. Jamu sangat natural dan mudah dicari bahan-bahannya, jadi kita tidak akan khawatir ia akan hilang. Kekhawatiran lainnya adalah berubahnya fungsi lahan, yang juga ikut mengurangi keberagaman hayati, sumber bahan-bahan ramuan tradisional. 

Untungnya, kini banyak juga bermunculan usaha perorangan dalam membudidayakan tanaman berkhasiat obat. Sementara itu, kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap jamu juga perlu dicermati. 

Pengetahuan tentang jamu harus terus digali dan dikembangkan sehingga penggunaannya tepat dan aman. Harus diakui, selama ini ada kesan di masyarakat bahwa jamu lebih aman dibandingkan obat medis. Padahal, ini tak selalu tepat. Meski memiliki efek, obat medis terukur dosisnya dan dapat diperhitungkan efeknya. Sementara jamu, sering kali mengandalkan perasaan saja. 

Apalagi, kepercayaan masyarakat kerap dimanfaatkan oleh oknum. Biasanya, pengobatan tradisional bekerja untuk menghilangkan gejala, bukan penyebab sakitnya. Efek dari jamu juga tidak langsung. Ini yang kemudian membuat oknum pembuat jamu mencampur bahan-bahan jamu dengan obat, seperti pereda nyeri dan yang biasa terkandung dalam obat kuat untuk vitalitas pria, untuk memberi efek lebih cepat. Badan kesehatan dunia dan pakar kesehatan pun menanggapi kemungkinan ini dengan mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan aturan aman dalam memanfaatkan jamu. 

Pasalnya, meski dikatakan alami, herbal terdiri atas zat-zat yang dalam dosis tertentu bisa memberi manfaat, tapi dalam dosis berbeda bisa berefek negatif bagi tubuh. Belum lagi kemungkinan kandungan pestisida dan lain-lain. Penting bagi masyarakat untuk bijak dan logis dalam mengonsumsi jamu apa pun. (f)

Baca Juga:

Di Negara-Negara ini, Lamington Cake, Lutefisk, hingga Paté Jadi Santapan Kemerdekaan
Acar Telur, Cara Mengawetkan Telur ala Eropa
8 Fakta Tentang Kue Bulan Yang Ternyata Erat Dengan Bakpia
 


Topic

#jamu, #foodstory, #minumantradisional

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?