Apalagi jika menunya membangkitkan kenangan indah, namun diolah dan disajikan dalam gaya modern.
Sunday Brunch Nostalgia Rasa Nusantara di Hotel Tentrem Jakarta pada 1 Juni lalu tak hanya sesuai judulnya, tapi juga punya narasi menarik.
Lebih dari 30 menu yang disajikan merupakan kolaborasi resto Kayu Manis Hotel Tentrem Jakarta dengan salah satu resto Ismaya Group, Semaja.
Dari jajanan pasar hingga masakan khas Nusantara versi modern, semua menu Sunday Brunch Nostalgia Rasa Nusantara membangkitkan selera!
Foto: Dok. Hotel Tentrem Jakarta
Foto: Dok. Hotel Tentrem Jakarta
Bukan cuma itu; para chef dari kedua resto ini pun bernostalgia, karena mereka adalah teman sekolah, sejak di SMK hingga kuliah, namun belum pernah kerja bareng.
Chef Benvi Oskarino dari Kayu Manis Jakarta, serta Chef Glennaldy Erari, Executive Chef Semaja, menghadirkan berbagai menu dari penjuru Indonesia, yang kemudian mereka eksplorasi jadi sajian lezat dengan tampilan cantik, bahkan untuk sebuah buffet.
"Kami ingin menampilkan kepulauan rasa dari seluruh Indonesia," ujar Chef Glenn.
Chef Benvi menyajikan hidangan dari Sumatra hingga Lombok. Ada Sup Iga Daun Kedondong yang asam-segar, lengkap dengan potongan buah kedondong mentah, juga favorit di Kayu Manis, Bebek Cibeber, roasted smoked duck yang nyaris meleleh di mulut.
Khusus untuk Sunday brunch kali ini, Chef Benvi menyajikan Pangek Ikan Bukittinggi versi modern. "Ini masakan favorit almarhum bapak saya," cerita Chef Benvi.
Reuni teman sekolah Chef Glenn dan Chef Benvi, yang menyajikan hidangan andalan, seperti Pangek Ikan Bukittinggi dan Sei Sapi Semaja.
Foto: Dok. Hotel Tentrem Jakarta, Dok. Femina
Foto: Dok. Hotel Tentrem Jakarta, Dok. Femina
Masakan dari Kalimantan hingga Papua diolah oleh Chef Glenn. Ayam Bom, hidangan ayam dari Banjarmasin, salah satunya. Berbeda dari cara masak konvensional masakan ini, yaitu ayam bakar dilumuri sambal, Chef Glenn melumuri sambal justru sebelum ayam dibakar, sehingga jauh meresap dan lebih intens rasanya.
Chef Glenn juga menghadirkan Sei Sapi dengan teknik modern; daging di-dry aging dulu baru diasap selama 8 jam. Rasa smoky-nya menggoyang lidah!
Untuk dessert, menu andalan Kayu Manis dan Semaja bisa puas Femina cicipi. Dari jajanan pasar yang menggugah kenangan rasa, hingga es krim khas Hotel Tentrem Jakarta, seperti Es Gudeg, Es Asinan dan Es Tolak Angin.
Sementara dari Semaja ada Jasuke, yang menurut Chef Glenn dibuat dengan prinsip no waste, serta Es Teler yang disajikan secara deconstructed.
Meski Nostalgia Rasa Nusantara hanya berlangsung satu hari, menu Indonesia lainnya tetap bisa dinikmati untuk Sunday brunch selanjutnya, apalagi Chef Benvi juga sudah menyiapkan menu baru yang bisa Sahabat Femina coba.
Baca juga:
Simfoni Rasa dari Menu Pilihan The St. Regis Jakarta dan Bali
Kempi Deli Reborn! Dari Sarapan Hingga Makan Malam, Semua dalam Suasana Estetis
Bubur Ayam Buatan Sendiri, Menu Sarapan yang Menghangatkan Perut
Zornia Harisantoso
Topic
#kuliner




