Wagyu Master Taizo Otomori dari Miyazaki memotong Miyazaki Wagyu sebelum diolah. Foto: Dok. Femina
Kalau selama ini wagyu identik dengan daging super-marbled yang sangat lembut, ada satu hal menarik untuk diketahui—asal daerah sama penting dengan standar penilaian kualitas dagingnya.
Miyazaki Wagyu dari Prefektur Miyazaki di Kyushu, Jepang, adalah salah satu wagyu terbaik di dunia, dengan standar kualitas tinggi tersendiri.
Untuk menyandang nama Miyazaki Wagyu, sapi harus merupakan jenis Japanese Black, lahir dan dibesarkan di Miyazaki, memiliki kualitas daging minimal grade 4, serta memenuhi ketentuan tertentu.
Miyazaki punya reputasi kuat di kompetisi wagyu nasional Jepang. Dalam National Competitive Exhibition of Wagyu, yang digelar setiap lima tahun dan kerap disebut “Wagyu Olympics,” Miyazaki berhasil meraih Prime Minister’s Award selama empat kompetisi berturut-turut sejak 2007.
Pada tahun 2022, Miyazaki Wagyu kembali mendapatkan penghargaan tertinggi tersebut.
Karakter daging Miyazaki Wagyu dikenal lembut dengan kualitas lemak yang baik dan rasa yang kaya. Situs resmi pariwisata Miyazaki bahkan menggambarkannya sebagai daging sapi dengan tekstur lembut dan sensasi yang mudah meleleh di mulut.
Di awal Agustus lalu, Femina berkesempatan mencoba kelezatan Miyazaki Wagyu di Sumire Restaurant, Grand Hyatt Jakarta, dalam acara The Art of Miyazaki Wagyu, yang dihadiri Toshiro Hinokuma, Wakil Gubernur Prefektur Miyazaki.
Acara ini makin istimewa karena menampilkan Wagyu Master, Taizo Otomori, yang juga berasal dari Miyazaki.
Ia mengatakan bahwa di daerahnya, hampir semua orang tahu tentang wagyu. Malam itu, Otomori memamerkan cara memotong daging wagyu untuk mendapatkan bagian terbaik yang mampu mengeluarkan umami alami saat dimasak.
Daging wagyu-nya tidak punya banyak lemak, sehingga setelah dibuang lemaknya, potongan yang ada tetap banyak.
Tak lama kemudian, Miyazaki Wagyu—yang telah tersertifikasi halal—hadir di meja Femina dalam rangkaian menu Miyazaki Beef Kaiseki Set, yang menonjolkan kelembutan daging dan cita rasa umaminya.
Sebagai makanan pembuka adalah chilled beef sirloin Miyazaki dengan saus wijen yang disajikan bareng terung, brussels sprout, brokoli, edible flowers dan sayuran mini. Rasa wagyu berpadu serasi dengan sausnya—yummy!
Sup jadi hidangan berikutnya, menampilkan beef short rib Miyazaki dengan kuah bening, ditemani tofu, shungiku (bunga krisan), paprika, labu, parutan kulit lemon dan lada. Kuahnya menghangatkan perut, dan potongan wagyunya wajib disantap sekali suap.
Hidangan pembuka dengan chilled beef sirloin, sup dengan beef short rib, dan Nimono dengan beef short rib nan lembut. Foto: Dok. Femina
Selanjutnya ada Nimono yang enak banget, menampilkan beef short rib Miyazaki yang meleleh di mulut, bersama kentang, bayam, beberapa jenis jamur, konnyaku, jahe serta lada sansho. Sausnya enak banget, menyempurnakan wagyunya.
Hidangan keempat atau Meat memang meng-highlight performa Miyazaki Wagyu. Bentuknya kushiyaki atau sejenis satai, yang menghadirkan beef sirloin dan short rib Miyazaki.
Hidangan utama menampilkan beef sirloin dan short rib. Sausnya juara! Foto: Dok. Femina
Saus pendampingnya harus diacungi jempol—apel miso, pink salt, wasabi dan shiso—karena menyerap pada daging dan membuat rasa tiap gigitan lingering hingga lama.
Nigiri Sushi dan Miso Soup jadi penutup hidangan gurih sebelum menikmati dessert. Sushi dengan topping beef sirloin dan short rib aburi Miyazaki ini makin nendang dengan mayones teri + bawang putih.
Pengalaman menyantap Miyazaki Wagyu diakhiri dengan dessert melon flambé serta es krim vanila bersaus karamel paduan pistachio dan kacang mede.
Miso Soup, Nigiri Sushi, dan dessert paduan melon flambé dan es krim vanila. Foto: Dok. Femina
Sebuah perjalanan kuliner yang menyenangkan sekaligus membuktikan bahwa wagyu berkualitas bisa tampil apa adanya dengan sedikit bumbu, karena memang wagyu yang jadi bintangnya. (f)
Baca juga:
Summer Omakase di Ironplate, Cita Rasa Khas Teppan dengan Bahan Sesuai Musim
Jakarta Sambut Kehadiran Pierre Hermé di Grand Hyatt Jakarta
Grand Hyatt Jakarta Disulap ala Wicked: For Good!
Zornia Harisantoso
Topic
#kuliner




