Food Review
Di Sugar & Spice InterContinental Jakarta Pondok Indah, Warisan Kuliner Jalur Sutra Jadi Menu Sabtu Malam

29 May 2026

Malam Minggu bertualang rasa lewat Jalur Sutra di Sugar & Spice. Foto: Dok. InterContinental Jakarta Pondok Indah


Selama berabad-abad, Jalur Sutra atau Silk Road–yang dinamai oleh ahli geografi Jerman, Ferdinand von Richthofen di abad ke-19adalah jalur perdagangan terbesar dalam sejarah, menghubungkan Asia dengan Eropa dan Afrika.

Jaringan peradaban yang hidup dan dinamis ini pernah membentang melintasi benua, membawa bukan hanya sutra dan rempah-rempah, tetapi juga budaya, bahasa, serta semangat peradaban dunia kuno.

Jalur Sutra juga melahirkan warisan kuliner yang merupakan percampuran berbagai budaya, serta dipengaruhi oleh perjalanan dari peradaban itu sendiri.

Kini, Sugar & Spice di InterContinental Jakarta Pondok Indah menghidupkan kembali Jalur Sutra sebagai tema besar bufet makan malam tiap Sabtu. 

Sejak tiba di resto ini, para tamu langsung diajak memasuki suasana perjalanan bersejarah ini. Sambutan berupa oshibori hangat dengan aroma kayu dan tanah seakan membawa kita melintasi waktu, sementara alunan musik yang terinspirasi empat wilayah utama Jalur Sutra mengiringi perjalanan sepanjang malam.

Sabtu malam pun jadi pengalaman kuliner yang dibangun di atas semangat eksplorasi, romantisme rute perdagangan bersejarah, dan keberagaman budaya yang pernah bertemu di sepanjang jalur tersebut.

Perjalanan ini merayakan empat peradaban besar yang membentuk masa kejayaan Jalur Sutra, yaitu Kashgar, Samarkand, Tabriz, dan Istanbul. Para tamu bebas menjelajah sesuai keinginanketika dirangkai bersama, setiap destinasi menghadirkan sebuah cerita utuh.

Sebelum memulai petualangan rasa di Jalur Sutra, Femina mencicipi empat rasa jeli dingin yang menyiapkan lidah menyambut berbagai hidangan. 

Jeli yang merepresentasikan Kashgar didominasi rasa aprikot, Samarkand bermain dengan rasa delima, Tabriz dengan rasa mint dan lime, sementara Istanbul diwakili butterfly pea alias bunga telang.

1/ Kashgar, kota kuno di Tiongkok
Perjalanan rasa dimulai di Xinjiang, tepatnya di kota persimpangan Kashgar, tempat Asia Timur dan Asia Tengah bertemu. 

Semangat pasar tradisional yang semarak dihadirkan melalui Royal Da Pan Ji, interpretasi elegan dari hidangan legendaris Xinjiang Big Plate Chicken

Royal Da Pan Ji; kamu juga bisa meracik sendiri mi dengan sentuhan rasa ala Jalur Sutra. Foto: Dok. Sugar & Spice

Hidangan ini ditemani Silk Road Mint Smoke Tea, teh Pu-erh hangat dengan sentuhan mint segar menemani santap malam kaya protein.

2/ Samarkand di Uzbekistan
Kota ini adalah destinasi yang pada masa Kekaisaran Timurid (abad ke-14 sampai ke-16) dikenal sebagai salah satu kota termegah di dunia. Samarkand identik dengan istana megah, menara bermosaik biru yang menjulang, dan budaya kuliner yang sama halusnya dengan arsitekturnya.

Untuk menghormati warisan tersebut, Sugar & Spice menyajikan Vegetarian Silk Road Garden, hidangan sayuran yang kaya lapisan rasa dan aromatik.

Ada juga Samarkand Nectar, minuman susu fermentasi yang dijernihkan, menghadirkan cita rasa yang telah diwariskan selama berabad-abad di Asia Tengahminuman favorit Femina!

3/ Tabriz di Iran (Persia)
Di masa lalu, Ketika perjalanan memasuki wilayah Persia, Tabriz adalah salah satu kota kafilah paling penting pada masa kejayaan perdagangan kuno dan tempat para pedagang beristirahat, menyalakan api unggun, dan memulai pertukaran barang maupun cerita.

Narasi itu tampil dalam momen teatrikal melalui Caravan Silk Fire Box, kotak berasap ini berisi aneka hidangan panggang yang terinspirasi dari cita rasa Persia, menghadirkan pengalaman yang menyerupai peti kafilah yang baru tiba setelah melintasi gurun panjang.

Pengalaman ini dilengkapi Sharbat-e Sekanjabin–perpaduan madu, cuka, dan rempah segar yang selama berabad-abad menjadi minuman penyegar para pelancong.

Serba panggang dari Caravan Silk Fire Box; kamu bisa coba ikan dengan salt crush untuk pencinta rasa gurih-asin. Foto: Dok. Sugar & Spice

4/ Istanbul di Turki
Perjalanan berakhir di Istanbul, kota yang sejak dahulu menjadi titik temu berbagai budaya, bahasa, dan perdagangan dunia.

Sebagai puncak perjalanan, Bosphorus Seafood Experience menjadi sebuah pengalaman interaktif yang mengajak tamu untuk menyaksikan, memilih, dan mempersonalisasi hidangan laut mereka langsung di mejamulai dari proses salt crust hingga sentuhan aroma terakhir.

Di babak ini, Bosphorus Citrus Cooler jadi minuman menyegarkan untuk melegakan perut nan kenyang.

Selain hidangan dan minuman dari empat babak utama di atas, para tamu bisa menikmati Silk Road Carving Atelier yang menyajikan Tomahawk panggang di atas api terbuka serta daging domba yang dipanggang dalam oven tanah liat.

Ada pula Kashgar Skewer Market dengan aroma asap khas Yang Rou Chuan menggodatinggal pilih, dari ayam, ikan, sapi sampai terung dan jamur. Tambahkan Plum Sauce untuk cocolan satenya, yummy!  

Jangan lewatkan side dishes lainnya, termasuk seafood segar dan olahannya. Foto: Dok. Sugar & Spice

Jangan lewatkan juga beragam roti khas empat wilayah di atas; antara lain ada Moon Chinese Bread, Simit Bagel, Cheese Bread yang enak banget, dan Kazan Patir Walnut.

Silk Road Dessert Collection menutup Sabtu malam dengan sentuhan lembut saffron, pistachio, dan delima melalui dessert interpretasi modern. Femina mencoba beberapa di antaranya, seperti Samarkand Carrot Cake, Halva Cheese Cake, dan Jalebi Churros (pas ditemani es krim!).

The Silk Road at Sugar & Spice tersedia setiap Sabtu malam pukul 18.00-22.00 WIB. (f)

Baca juga:
Afternoon Tea Terbaru di InterContinental Jakarta Pondok Indah Terinspirasi Tom Ford Soleil Neige
InterContinental Jakarta Pondok Indah Hadirkan Kolaborasi untuk Hidangan Iftar dan Hamper Ramadan
Pohon Natal Couture Kreasi Tex Saverio Telah Menyala di InterContinental Jakarta Pondok Indah

 

Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?