Trending Topic
Lahan Karier Subur untuk Wanita di Industri Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM)

26 Apr 2017


Foto: 123RF
 
Saat ini pemerintah sedang mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). Upaya ini penting mengingat kencangnya laju perkembangan teknologi digital dalam segala bidang. Namun, kesenjangan komposisi gender yang ada di dunia industri STEM masih menjadi penghalang suburnya pertumbuhan bisnis di sektor ini. Padahal, kesempatan berkarier bagi wanita di dunia ini masih terbuka luas.

“Saya adalah satu-satunya wanita di grup saya. Menurut saya, sedikitnya role model wanita di dunia STEM berkontribusi pada rendahnya ketertarikan wanita untuk bekerja di dunia ini,” ungkap Terri Bresenham (CEO Sustainable Healthcare Solution untuk GE Healthcare di Asia, India, dan Afrika) dalam diskusi GE Women Network 2017 tentang Peran Kesetaraan Gender dalam Revolusi Industrial Digital, yang berlangsung Kamis (13/4), di Jakarta.

Hasil studi Catalyst: The Bottom Line: Connecting Corporate Performance and Gender Diversity mengungkap bahwa keberagaman gender di perusahaan-perusahaan Fortune 500 ternyata sukses meningkatkan performa finansial mereka hingga 53%. Total profit mereka pun meningkat hingga 34%. Para ekonom dari MIT juga mengungkap bahwa perusahaan yang mengadopsi keberagaman gender akan menikmati penghasilan hingga 41% lebih baik.

“Sebenarnya, halangan terbesar berasal dari diri wanita itu sendiri,” ungkap Ollie Salsabeela, Co-Managing Director Girls In Tech. “Ketika mereka tidak merasa yakin bisa mengerjakannya, mereka takut untuk mencoba. Berbeda dengan pria, hanya berbekal 10% keyakinan saja, mereka akan mencobanya,” lanjut wanita yang meluncurkan kampanye  WHY NOT?,  yang mendorong lebih banyak wanita untuk menekuni profesi di dunia teknologi digital.

Baca juga:
11 Profil Kartini Era Kini: Sri Mulyani, Dian Sastrowardoyo, hingga Liliyana Natsir
Hari Kartini 2017: Kolaborasi untuk Membangun Wanita dan Menggandeng Teknologi
5 Inspirasi dari Wanita Sukses di Industri IPTEK


Kelangkaan wanita ini juga terjadi di dunia profesi sains. “Angka wanita  menurun secara signifikan untuk dunia profesi engineering. Tantangan menyeimbangkan waktu dan peran di dunia domestik dan profesional masih menjadi isu utama yang melatari hal ini,” ungkap Premana W. Premadi, astrophysicist dari ITB. Padahal, banyak penelitian di bidang sains, seperti studi tentang DNA, dipelopori oleh wanita. “Tapi, yang memenangkan penghargaan Noble DNA adalah ilmuwan pria!” sesal astronom  yang namanya diabadikan sebagai nama asteroid (12937 Premadi) itu.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, yang ikut hadir dalam diskusi ini menyadari beban ganda wanita di ruang profesional dan domestik ini. Sebab, ia sendiri juga merasakan hal yang sama. Apakah wanita bisa memiliki semuanya: karier yang cemerlang, kehidupan rumah tangga yang harmonis, serta masih menikmati waktu untuk diri sendiri? Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, istri dari pengusaha Tonny Sumartono, dan ibu dari tiga orang anak ini dengan lugas menjawab, “Tentu saja bisa. Tetapi, Anda harus melibatkan pihak lain, seperti pasangan, anak-anak, keluarga besar, dan lingkungan kerja untuk mendukung hal ini.”

General Electric, sebagai salah satu dari perusahaan Fortune 500, ingin menunjukkan dukungannya terhadap terciptanya kesetaraan komposisi gender di dunia industri teknologi. “Kami berkomitmen untuk merekrut 20.000 pekerja wanita untuk ditempatkan di berbagai sektor STEM pada tahun 2020,” ungkap CEO & Chairman General Electric, Jeffrey R. Immelt. (f)


Topic

#TipKarier

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?