Food Review
71st Omakase, Diner Tersembunyi di Selatan Jakarta


30 Sep 2025

Konsep open kitchen di 71st Omakase hadirkan pengalaman kuliner lengkap memanjakan lima indra. Foto: Dok. 71st Omakase


Ada kalanya sebuah restoran tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga menghadirkan sebuah cerita. Inilah yang akan kamu temukan di 71st Omakase.

Tersembunyi di sudut tenang Jakarta Selatan, 71st Omakase bukanlah sekadar tempat makan malam, tapi sebuah perjalanan yang mengajak para tamu untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kota, lalu tenggelam dalam dunia kuliner yang dirancang penuh detail, rasa, dan keindahan.

Begitu melangkah masuk, suasana langsung berbeda. Alih-alih disambut oleh gemerlap lampu atau musik keras, ruang di 71st Omakase terasa intim dan hangat.

Konsep omakase di sini berbeda dari restoran Jepang kebanyakan. Formatnya lebih seperti pertunjukan teatrikal. Dapur terbuka menjadi panggung, sementara chef adalah aktor utama yang menyiapkan setiap hidangan di hadapan tamu. Tidak ada menu yang tercetak; hanya ada kepercayaan penuh untuk mengikuti alur yang telah dikoreografikan dengan cermat.

Adalah Chef Fariz Setyadarma Priady, sosok pria yang merintis 71st Omakase dari pertama kali berdiri di tengah kota Jakarta Selatan, hingga sekarang menempati satu lokasi yang luas di Ciputat. Menurut Fariz, lokasi baru ini sangat sesuai dengan konsep restoran immersive dengan filosofi farm-to-table yang dibawa 71st Omakase. 

71st Omakase sendiri diambil dari nama jalan di mana Fariz pernah tinggal dan bekerja sebagai bankir di New York, Amerika Serikat. Dari seorang bankir yang bekerja paruh waktu sebagai pencuci piring, ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan membangun bisnis restoran.

Tangan dinginnya berhasil membawa 71st Omakase menjadi restoran yang hip di ibukota dan diburu pencinta kuliner. Namun, pandemi membawa perubahan, berusaha bertahan dan tidak merumahkan pegawai, 71st Omakase kemudian pindah ke lokasinya saat ini dan bertahan hingga sekarang.

Interactive room membawa pengalaman rasa dan misteri. Foto: Dok. 71st Omakase

Yang membuat restoran ini berbeda adalah percikan kisah di balik setiap hidangan yang disajikan. Ada cerita tentang bahan yang dipetik langsung dari kebun sendiri, kisa inspirasi rasa dari kenangan masa kecil, atau tentang teknik kuliner yang dipelajarinya saat bekerja di restoran ikonik di New York. 

Hasilnya, setiap piring hadir pada momen terbaiknya—ikan segar dengan sentuhan sitrus lokal, sayuran yang baru saja dipetik dari rumah kaca, atau kaldu hangat yang harum rempah Nusantara. Rasanya pengalaman makan malam di 7st Omakase seperti perjalanan rasa yang terencana namun tetap menyimpan kejutan di setiap gigitannya.

Merayakan ulang tahunnya, 71st Omakase kembali menghadirkan tema Zodiac yang sempat menjadi tema andalan mereka, namun tentu saja dengan menambahkan lapisan baru dalam pengalaman.

Sebelum benar-benar menikmati rangkaian hidangan, Femina diajak untuk menyusuri beberapa ruangan tematik yang masing-masing mewakili zodiak tertentu. Ada cerita yang disampaikan, ada kerja sama yang harus dilakukan setiap orang untuk mendapatkan hidangan spesial di akhir cerita.

Di Libra Room, misalnya, Femina harus menyeimbangkan timbangan untuk menemukan diorama mini berisi kudapan. Di akhir perjalanan, Femina memasuki Leo Room yang gelap gulita dan diajak untuk menyalakan cahaya dari tombol tersembunyi di lantai. Begitu lampu menyala, sebuah patung singa besar menyambut kami. Minuman kombucha dengan cotton candy di atasnya menjadi penutup dari pengalaman immersive.

Yang menarik, hampir seluruh desain ruang tematik dibangun dari material daur ulang—botol kaca, kardus, bahkan sedotan plastik—yang diolah tim kreatif internal menjadi instalasi artistik. Namun hasilnya jauh dari sederhana; ruang-ruang ini justru memancarkan keindahan yang unik dan penuh makna.

Nasi goreng kecombrang teman sate kelinci, hidangan Sagitarius yang penuh petualangan. Foto: Dok. Femina

Kembali ke meja chef, menu Zodiac 2.0 berlanjut terhidang satu per satu dengan storytelling yang apik. Aries membuka dengan sebuah buku besar yang terbakar halaman pertamanya, hingga memunculkan hidangan tersembunyi Fried Pao dengan lamb meat, timun, fried cilantro, hollandaise, candied carrot dan lime caviar yang wakili energi sang Aries.

Berlanjut ke Scorpio yang hadir dengan sensasi misterius, sajian Galah Prawn Pasta dengan kerupuk gendar, laksa emulsion, aromatic breadcrumbs, dan belimbing wuluh relish terhidang di atas diorama lembah dengan air terjun mini.

Pisces tampil dramatis! Butterfly pea collage teabag dicelupkan ke dalam kaldu panas, hingga menghasilkan fish soup berwarna ungu yang disajikan bersama dengan filet ikan lele dan pearl crackers. Rasanya hangat dan menenangkan.

Cancer menampilkan hidangan yang lebih playful dalam bentuk diorama pantai lengkap dengan hidangan di dalam cangkang kepiting besar berupa granita kuwut, coconut jelly, coconut meringue, dan coconut milk foam. Sebuah palate cleanser yang menyegarkan. 

Taurus disajikan dalam sebuah bola dunia, berisi daging Wagyu Sumatra yang sudah di-dry aged selama 60 hari. Disajikan bersama platter berisi aneka karnohidrat tradisional Indonesia, dari nasi, lontong, dan singkong. 

Pengalaman paling seru datang dari Sagitarius yang menampilkan diorama hutan dan gua lengkap dengan figur kelinci. Uniknya, untuk membuka kotak hidangan, kita harus menggunakan sedikit keterampilan memanah diorama rusa menggunakan busur mini. Ketika laci terbuka, tersimpan sate kelinci yang disajikan bersama nasi goreng dengan aroma kecombrang. 

Hidangan cantik yang hingga mampu menipu mata sekaligus memanjakan lidah. Foto: Dok. 71st Omakase

Memasuki hidangan penutup, giliran Gemini yang tampil dengan dua dessert yang saling melengkapi dan tersembunyi, namun terasa kontras di lidah ketika menikmatinya.

Teknik gastronomi dipertontonkan saat mempersiapkan Aquarius. Di meja dapur yang terbuka, kita bsia melihat langsung rumitnya membuat bubble transparan dengan asap putih di bagian dalam. Tidak hanya butuh teknik, tapi juga kesabaran. Begitu bubble pecah, aroma manis menyeruak dari perpaduan banana mousse, infused strawberry compote, banana crisps, dan banana split.

Sebagai penutup rangkaian zodiak adalah Virgo yang penuh kejutan. Dalam mangkuk mi ayam tersaji cantik hidangan “mi ayam” yang mengecoh lidah. Kali ini gulungan mi, kuah dan potongan seperti daging ayam hadir sebagai dessert penutup yang manis.

Menikmati hidangan selama dua jam lebih di 71st Omakase benar-benar sebuah pengalaman kuliner yang tertata apik dan disajikan dengan cerdik hingga mampu menipu mata sekaligus memanjakan lidah. Layak menjadi destinasi untuk kamu yang mencari perjalanan kuliner yang bukan hanya bicara rasa, tapi juga narasi dan interaksi personal. (f)

71st Omakase
Jln. Gelagah No.35, Pisangan
Tangerang Selatan

Baca juga: 
Menikmati Kelezatan Hidangan Eropa ala CRÜ Corner Bistro
Pertemuan Chef Yohans Gozal & Chef Ka Hong Lau di YOUNG, Jakarta

Dari Sisilia ke Jakarta, Chef Angelo Aglianó Bawa Keajaiban Michelin ke Meja J.J.A.
 


Faunda Liswijayanti


Topic

#restoran, #hiddengem, #cafe, #finedinning, #kuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?