Fiction
Cerpen: Tabe’

9 Jul 2017



Sebelum itu, Andi Tenri Punna Gau ingin tampil bukan untuk mengangkat diri, tapi sekadar berkunjung menjenguk orang tuanya, sudah sangat lama kabarnya ayahnya bebas dari penjara. Mengenalkan dan mempertemukan kakek nenek dengan cucu. Berharap putranya diterima baik, meski dia sangsi. Namun, ada hal lain yang membuatnya bertaruh. Berdamai dengan masa lalu atau membuka masalah baru. Seperti karma yang berlaku.

“Melangkahlah, Nak.”
Amma’ tidak masuk?”
Amma’ tunggu di pekarangan. Wakili Amma’.”
“Maafkan, jika permintaanku ini berat, Amma’.”
“Bukan soal. Ini ujianmu, Nak. Jika kau berhasil, Amma’ yang berterima kasih.”
Amma’, doakan kalau begitu.”

“Pasti, Nak. Minta tabe’-lah lebih dahulu sebelum mohon restu. Jadilah bangsawan yang sesungguhnya. Sudah! Melangkahlah….” Linang tertahan di pelupuk ketika menepuk pundak putranya.

Tidak ada yang salah, tapi dia yang cerita. Supaya anaknya paham perjuangan ibunya. Andi Tenri Punna Gau tidak sangka itu menjelma bumerang. Anaknya menelusuri masa lalunya sampai menemukan gadis pujaan, dan ingin menikahinya. Adalah salah satu anak perempuan lelaki bangsawan Bugis yang pernah menalaknya.

 Kini, Andi Tenri Punna Gau memandang punggung anaknya yang melangkah maju tanpa menoleh lagi, menaiki tangga rumah panggung, lantas ditelan remang gelap. Menghadapi segala kemungkinan. Menghadapi pintu yang terbuka. (f)
 

Catatan Bugis:
Tabe’:  Minta permisi
Andi:  Gelar bangsawan Bugis (pemberian Belanda)
Etta’:  Ayah
Amma’: Ibu
Siri’: Harga diri, kehormatan
Pesse’: Simpati
Silariang : Kawin lari
Puang: Gelar bangsawan atau panggilan untuk orang yang dihormati
Andi’  atau Anri’: Panggilan adik untuk wanita                                                             
Daeng: Gelar bangsawan atau panggilan kakak untuk laki-laki
 

 ***

Emil Amir

Unggulan Sayembara Cerpen Femina 2016


Cek koleksi fiksi femina lainnya di:
http://www.femina.co.id/fiction/


Topic

#fiksifemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?