Fiction
Cerpen: Cat Kuning Pisang

30 Jun 2018


Hanya satu yang menimbulkan gusar Dahayu tentunya. Dinding ruangan yang putih. Putih yang memicu debat panjang antara ia dan suaminya hingga kini. Putih yang juga bukan jadi pilihan Lakshita Banerjee, tetangganya, seorang wanita paruh baya asal India yang bekerja sebagai tenaga medis di sebuah rumah sakit di kota itu.

Lakshita melapis dinding rumahnya dengan cat hijau jeruk nipis. “Wow!” seru Dahayu takjub, saat pertama melihat warna itu. Baginya, warna itu sangat berani dan tidak
biasa di tempat yang sepertinya cuma mengenal putih, kelabu, krem, dan cokelat. Kali lain Lakshita mengundangnya berkunjung ke rumahnya, Dahayu menyambut penuh semangat. Ada rasa istimewa yang muncul ketika ia memasuki rumah wanita itu. Seolah dirinya tersedot dalam lorong waktu beraroma rempah dan dimuntahkan di tengah
kemeriahan wilayah Delhi. Tidak sekali pun ia jenuh menikmati ruangan yang dihiasi tirai sutra kuning kunyit, bantal-bantal kesumba bermotif gajah, dan tapestri teratai  hijau berkelopak dua belas.

Hidungnya menikmati aroma masala dan kenikir yang mengambang di langit-langit rumah. Di tengah kemeriahan itu pula ia dan Lakshita akan duduk dan berbincang panjang lebar tentang kerinduan mereka pada tanah air masing-masing sambil menikmati chai panas dan chakali renyah berbumbu. Tidak cuma interior, halaman rumah Lakshita Banerjee pun  tampil berbeda. Jika musim panas tiba, ia menanam sepasang pohon pisang yang dibelinya dari Ryan Applegate, satu-satunya
hortikulturis di kota mereka yang memiliki greenhouse yang dipenuhi tanaman tropis.

“Bagus sekali,” nada cemburu terdengar di sela suara Dahayu. Ia kagum Lakshita mau berepot-repot membeli tanaman tropis yang mungkin hanya bertahan hidup selama tiga bulan di halamannya. “Aku membutuhkan energi tropis yang dipancarkan tanaman itu,” jawab Lakshita. “Energi tropis yang cuma sebentar,” balas Dahayu. “Lebih baik sebentar daripada tidak sama sekali.” Beberapa hari pikiran Dahayu hanya dipenuhi pohon pisang hingga tidurnya terganggu. Setelah menimbangnimbang,
akhirnya ia menghubungi Ryan Applegate dan menyampaikan pesanannya.
 


Topic

#cerpen, #fiksifemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?