Fiction
Cerita Pendek: Pria Sinterklas
25 Dec 2018
Aku menggigit potongan Christmas stollen yang kubikin sendiri di dapurku. Marsepennya terasa menetap di langit-langit lidah, dengan rasa almon yang pekat.
Mungkin kau akan menyukainya. Sepasang muda berlari menaiki tangga batu yang tersusun rapi menuju ke arahku.
Dua hari menyambangi taman ini aku menyadari sekarang makin banyak orang yang menggunakan fasilitas taman ini untuk lari sore. Makin banyak peluang untuk menemukanmu di sini.
Andaikan, kata hatiku.
Seperti dejavu aku mendengar kembali lantunan O, Holy Night di sela rimbun pepohonan. Namun, kali ini tanpa hangat genggamanmu.
Aku menuju ke depan taman, duduk di bangku batu yang sama seperti saat bersamamu, menyimak senandung dari remaja-remaja yang mengindahkan perayaan akhir tahun ini.
Lima lagu usai, dan kau tetap tidak ada. Aku berjalan melintasi Victoria Street, mencari binarmu di antara para Sinterklas yang menghibur di depan museum atau pusat perbelanjaan. Tapi, sorot gembira itu tak kutemukan.
Mereka hanyalah sinar-sinar redup yang terperangkap dalam kostum seorang kakek tua. Aku berjalan kaki pelan-pelan, sengaja mengitari Gereja St. Joseph untuk melihat jadwal kebaktian. Besok malam Natal.
Topic
#fiksi, #cerpen, #natal
event
recommended


