Fiction
Cerber: Sebatas Aurora [2]

3 Jun 2017


 
RADIT BENAR-BENAR TAK MAMPU mencerna kata-kata yang tertulis di dalam buku yang sedang dibacanya. Konsentrasinya kacau. Konflik batin menyerang rasanya. Kini ia tak mampu lagi memanipulasi perasaannya. Weekend yang biasa ia nikmati dengan santai sambil membaca aneka buku, sekarang bagaikan waktu panjang yang menyiksa. Bahkan, mocca cheescake dan secangkir kopi hitam yang dihidangkan Btari belum disentuhnya sama sekali. Teronggok manis di sudut meja. Terabaikan.
Jelas sekali Radit melihat ulangan adegan romantis itu dari balik pintu kamar Catleya, seminggu yang lalu, saat lelaki itu mengalami kecelakaan dan harus dirawat inap di sana. Percakapan-percakapan di dalam ruangan itu juga masih terekam dengan jelas di ingatannya. Membuat kepalanya berdenyut kencang. Bingung. Harus mendudukkan dirinya di posisi yang mana. Objek pengkhianatan, atau justru makhluk paling jahat yang telah memisahkan ikatan  dua hati yang telah terikat dalam rasa.
Huh…,” Radit mengembuskan napas kuat-kuat. Menutup buku di tangan dengan cepat. Melepas kacamatanya yang terasa berat. Meletakkan kedua benda itu  di atas meja. Dibawa tubuhnya bangkit. Melangkah perlahan menuju ke tepi jendela. Mengedarkan pandangan, mencari seseorang di luar sana. Seperti sudah diduga. Dengan cepat ia dapat menemukan tubuh mungil itu di sana, di salah satu sudut halaman belakang rumah mereka, sedang asyik bercengkerama dengan tanaman-tanaman kesayangannya, di kebun mininya, sore-sore begini, seperti biasa.
Radit dapat melihat dengan jelas. Tubuh mungil Btari dalam balutan T-shirt motif garis-garis dan rambut diikat scarf kuning, sedang asyik bercumbu dengan aneka tanaman yang tumbuh subur di dalam wadah polybag yang berjajar rapi mengelilinginya. Terkadang Btari membungkukkan badan, sekadar mengecek kelembapan tanah. Selang beberapa detik kemudian mata indah itu dengan teliti mengamati  tiap jengkal batang, daun, atau kuncup-kuncup bunga yang mulai mekar. Memastikan apakah terdapat hama atau penyakit yang akan merusak tanaman kesayangannya itu.
Tak ada yang berubah dalam cara Btari memperlakukan tanaman-tanaman itu, sama halnya seperti Btari memperlakukan dirinya. Walau kini, seseorang dari masa lalu itu kembali hadir dan menawarkan sesuatu kepadanya. Dari dulu, Btari memang paling pintar menyembunyikan perasaannya.
 


Topic

#FiksiFemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?