Foto: Dok. Prana Media
Tema ‘Borderless’ sendiri menggambarkan dunia masa kini yang sudah tanpa batasan dengan tumbuhnya era digital. Keempat perancang mengambil sudut pandang yang berbeda dalam menginterpretasikan tema besar yang disuguhkan penyelenggara.
Auguste Soesastro menerjemahkan tema yang disuguhkan menjadi baurnya batasan gender, usia, bahkan waktu pada mode. Kesempatan ini kembali digunakan Auguste untuk mengadaptasi busana jawa klasik baik pria maupun wanita menjadi busana modern yang relevan untuk dikenakan di masa sekarang.
Tampak potongan yang terinspirasi dari surjan, beskap, ataupun busana tradisional pria dari jawa di masa lampau yang notabene lebih leluasa dan memudahkan penggunanya dalam bergerak ketimbang busana wanita pada zaman itu, yang diolah dengan kemampuan pembuatan pola busana dan tailoring yang dieksekusi dengan luar biasa.
Tidak tampak jahitan berkerut, fitting yang meleset, ataupun pemilihan bahan yang tidak tepat, Auguste dalam usia yang masih muda, sekali lagi membuktikan bahwa busana tanpa adanya aksen payet dan bordir di Indonesia tidak akan kalah dalam hal kualitas bila dieksekusi dengan presisi, teknik craftmanship, dan kekuatan konsep yang sempurna.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih jauh.
Topic
#ReportaseModeFemina, #JakartaFashionWeek2020, #JFW2020, #PRANAFashionReports



