Fashion Trend
Keselarasan Makna dan Manifestasi dari Koleksi Spring/Summer 2026 House of Harry Halim

15 Nov 2025

Meski telah disiapkan beberapa waktu sebelum presentasi, sebuah koleksi fashion tak jarang tetap terpengaruh oleh situasi dan emosi terkini dari sang desainer.

Begitu pula koleksi Spring/Summer 2026 dari House of Harry Halim yang bertajuk 11/11. Judul itu bukan hanya merujuk pada angel number yang berarti simbol kebangkitan dan awal baru (serta diadakan pada 11 November 2025), tapi juga bentuk narasi penuh emosi dari Harry Halim sebagai Creative Director.

Luna Maya jadi gong presentasi malam itu; Harry Halim yang bakal debut di projek akting pertamanya. Foto: Dok. House of Harry Halim

Beberapa minggu sebelum show digelar, ayah dari Harry Halim berpulang, yang tentunya berpengaruh pada persiapan. Bagi Harry Halim, show ini sebuah perjalanan kreativitas yang sangat emosional.

“Show ini jadi sesuatu yang sangat personal. Saya seperti making my own movie, dan memulai lembaran baru,” ujar Harry dalam konferensi pers menjelang fashion show, yang berlangsung di The Brickhall at FCC, Jakarta.

Terdiri atas dua babak emosional, Raihan Fahrizal, model Indonesia dengan karier internasional, membuka babak pertama yang menampilkan parade dunia monokromatis, dengan siluet tegas dan pameran tailoring mumpuni–jaket terstruktur khas Harry Halim dengan bahu dramatis, dipadukan celana lebar atau legging-cut pants berkontur.

Salah satu sorotan utama di babak ini adalah rok crinoline berbentuk sangkar, dibangun dari rangka sculptural hoop dan volume kubahnya bertemu dengan jaket tailoring yang jatuh membentuk gaun.

Jika umumnya rangka rok crinoline dilapisi renda bordir, kali ini rangka itu sepenuhnya dalam material tailoring hitam solid, mengubah crinoline jadi ekspresi arsitektural yang tegas tanpa kompromi.

Babak pertama dalam palet monokromatis, menghadirkan rok crinoline berpadu bahan suiting. Foto: Dok. House of Harry Halim

Topi dramatis berbentuk sayap gagak menambah intensitas, sementara beberapa model mengenakan gaya rambut yang menyerupai angel wings sebagai pernyataan visual yang memperkuat simbolisme koleksi.

Di babak kedua, siluet koleksi ini mengalami metamorfosis–palet monokromatis larut jadi material tembus pandang, seakan menyingkap kerentanan. Volumenya tetap besar, namun palet warna lebih manis dan pastel, menandai pergeseran dari kekuatan menuju kelembutan.

Gradasi abu-abu, mauve pucat, hijau sage, pink pupus, dan warna nude yang redup (diselingi biru denim) mendominasi koleksi di babak kedua, termasuk dikenakan dua model Tanah Air lainnya yang bersinar di runway internasional, Jacey Philana dan Viknes Waren.

Tampilan di runway dari koleksi 11/11 memang terasa teatrikal dan dramatis. Tapi, jika tiap item dipakai masing-masing dan dipadukan gaya personal, hasilnya bisa wearable dan versatile, menghadirkan keselarasan antara makna dan manifestasi.

Show ditutup oleh trio dalam rok crinoline, termasuk dipakai Jihane Almira dan Luna Maya sebagai model penutup. Kali ini crinoline hadir sebagaimana aslinya, dilapisi renda bordir.

Hal ini seakan menyatakan bahwa koleksi ini bergerak dari rigiditas menuju kebenaran, dan mengutip Harry Halim, “merefleksikan ruang di antara bayangan dan cahaya, antara kekuatan dan penyerahan.”

Baca juga:
Definisi Gaya Pria Terkini
Keseimbangan yang Saling Melengkapi di Koleksi Ready-to-Wear Deluxe 2025/2026 SEBASTIANred
Renungan SAPTO DJOJOKARTIKO di Koleksi Spring/Summer 2026

 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?