Family
Jalan-jalan Sekeluarga dengan Transportasi Umum Ibu Kota

1 Jul 2016


Foto: TransJakarta

Wacana proyek pembangunan jalur khusus bebas macet busway yang dulu diusulkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sempat menuai kontroversi besar. Jalur eksklusif untuk bus TransJakarta yang mengambil dari ruas jalan yang sudah ada dianggap akan menambah kemacetan parah bagi pengguna kendaraan pribadi.

TransJakarta, yang dikenal masyarakat lokal dengan sebutan busway, pertama kali beroperasi pada tahun 2004, dengan koridor Blok M-Kota yang melintasi pusat perkantoran besar di jantung kota. Sasaran awalnya adalah kaum menengah bawah. Saat itu, baru TransJakarta yang menjadi angkutan massal pertama yang berpendingin udara dan terintegrasi.

Setelah merasakan enaknya melaju lancar di jalur khusus di tengah lautan mobil pribadi yang terjebak kemacetan, kaum pekerja mulai melirik armada yang kini beroperasi di 12 koridor itu. Apalagi  dengan diluncurkannya feeder atau shuttle yang mengantarkan penumpang ke halte TransJakarta terdekat secara gratis. Layanan ini makin mudah digapai.

Tahun ini, TransJakarta mulai meluncurkan layanan angkutan dari Jakarta ke wilayah penyangga. Angkutan antarkota ini disebut dengan nama Trans Jabodetabek. Operator bus sedang dan besar swasta yang melintasi trayek yang sama akan terintegrasi dengannya. Keuntungan integrasi ini bagi masyarakat yaitu kemudahan akses dan ongkos yang dibebankan mendapat subsidi pemerintah menjadi flat Rp3.500 untuk jarak tempuh dari Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi ke Jakarta dan sebaliknya.

Sejauh ini, TransJakarta juga memberi fasilitas keamanan bagi penumpang dengan menempatkan petugas keamanan di  tiap haltenya dan dalam kendaraan. Petugas ini nantinya yang akan membantu naik turun penumpang dan memastikan tidak ada penumpang yang terjepit pintu otomatis atau terjatuh ke dalam celah antara bus dan platform. Sayangnya, infrastruktur yang dibangun belum ramah bagi penyandang disabilitas.

Setali tiga uang, PT Kereta Api Indonesia juga membenahi Commuter Line agar bisa memberi layanan terbaik bagi masyarakat. Kereta api ekonomi tanpa AC yang sumpek dan panas kini ditiadakan dan diganti dengan gerbong-gerbong modern berpendingin udara. Disediakan gerbong khusus wanita dan kursi prioritas untuk anak-anak, wanita hamil, manula, dan penyandang cacat, serta staf penjaga di gerbong wanita.

Stasiun tempat menunggu dibuat steril dari para perokok dan pedagang asongan  sehingga bersih dan nyaman. Warung liar kaki lima diganti  dengan gerai franchise makanan dan minuman terkemuka serta minimarket. Larangan makan atau minum di gerbong kereta, dan petugas kebersihan yang secara kontinu menjaga kebersihan gerbong, membuat kereta nyaman bagi penumpang.

Subsidi pemerintah memberikan akses pembiayaan murah terhadap transportasi umum. Bayangkan saja, hanya dengan membayar Rp3.000, warga yang bermukim di Tangerang Selatan sudah bisa tiba di area perkantoran Sudirman dalam waktu tempuh 30-45 menit saja! Penggunaan kartu elektronik prabayar diwajibkan secara menyeluruh di tiap stasiun.

Pengelola jasa transportasi umum juga mulai mendorong minat anak-anak untuk memilih transportasi umum sebagai moda transportasi. Salah satunya, Trans Jakarta, yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bulan Februari-Mei lalu TransJakarta memfasilitasi anak-anak sekolah PAUD dan TK di wilayah Jakarta Timur untuk mengunjungi Museum Nasional dengan armadanya  tiap hari kerja (kecuali Senin). Ada juga program keliling naik TransJakarta untuk siswa sekolah secara kolektif. Program ini diharapkan dapat menjadi ajang pembelajaran anak untuk mengenal cara menggunakan transportasi umum. (f) 
 


Topic

#transportasiumum

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?