Health & Diet
4 Gangguan yang Harus diwaspadai Para Commuter!

16 Mar 2015

Kita mungkin sudah biasa menghabiskan waktu berjam-jam di jalan untuk bekerja—apalagi jika rumah kita beda kota dengan kantor. Namun kita harus waspada, nih, karena sebagai commuter, kesehatan kita berisiko terganggu. Berikut gangguan-gangguan yang bisa kita derita….

Mudah lelah
Menurut riset BMC Public Health terhadap 21.000 orang berusia 18-65 tahun, para commuter—baik mereka yang naik mobil pribadi maupun transportasi umum—sering merasa lelah dan kurang tidur. Uniknya, nih, orang yang bepergian dengan sepeda atau diselingi jalan kaki ternyata merasa lebih fit dan tidak mudah mengantuk dibanding mereka yang naik mobil atau kereta.

Minim sosialisasi
Yap, ternyata para commuter berisiko mengalami kekurangan waktu untuk bersosialisasi. Terutama, sih, mereka yang menghabiskan waktu di jalan lebih dari 90 menit. Berhubung sudah terlalu lelah di jalan, mereka jadi cenderung enggan hangout dengan teman—lebih bisa sering berkomunikasi via media sosial.

Stres
Menurut penelitian Hewlett Packard, commuting bisa meningkatkan stres dalam tingkat tinggi—bahkan melebihi stres petugas kepolisian maupun pilot. Apalagi, para commuter, terutama pengguna kereta, nggak ada pelampiasan stres. Inilah yang membuat denyut nadi mereka tinggi saat di dalam kereta.

Menggendut
Yap, ini diungkapkan para peneliti dari Washington University di St. Louis, AS. Terutama, sih, orang yang melakukan perjalanan lebih dari 15 mil. Soalnya, nih, mereka nggak lagi memprioritaskan olahraga karena waktu sudah habis untuk bekerja dan ‘traveling’. Risiko tubuh ‘melebar’ akan makin besar jika pekerjaan mereka lebih sering duduk di balik meja.





 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?