
Foto: Fotosearch
Endah - Solo
Rasa sepi yang melanda ayah Anda tampaknya bukan hanya membutuhkan penyaluran melalui aktivitas yang positif, tetapi beliau juga membutuhkan teman yang bisa mengimbangi keinginan dan cara berpikirnya. Kebutuhan akan teman ini yang mungkin tidak bisa dipenuhi oleh kakak Anda. Ia ingin memiliki teman yang bisa berperan setara dengan dirinya. Itulah sebabnya, ia menginginkan seorang istri, orang yang dianggap mampu mengisi kehidupannya saat ini. Makin ia tidak aktif, maka emosinya makin tidak berkembang sesuai kondisinya. Pernyataan tentang dorongan seksual yang ia alami cukup logis, karena ini bisa menjadi alasan agar keinginannya untuk menikah lagi terpenuhi.
Menghadapi kondisi ayah Anda, ada baiknya Anda berdua kakak Anda mengajak beliau berbicara serius dan memperlakukannya secara dewasa. Ajukan pertanyaan nyata, tentang seperti apa istri yang ia inginkan, bagaimana ia nanti membiayai rumah tangganya, bila nanti mereka punya anak, siapa yang akan mengasuh, mengingat usianya sudah lanjut. Cobalah juga mengajak ayah Anda ke dokter, untuk mengetahui apakah memang ia siap menikah lagi.
Jangan berprasangka bahwa orang seusia ayah Anda sudah tidak memiliki kemampuan lagi. Bantulah ayah Anda mencari solusi yang lebih konstruktif. (f)
Topic
#MasalahKeluarga




