Career
Cuci Nilai VS Lulus Cepat

25 Oct 2012

Di akhir semester, bukan hanya skripsi yang bikin pusing. Urusan IPK, terutama jika nilai C banyak terpampang di KHS bisa jadi pikiran kita. Mau cuci nilai yang jeblok rasanya malas, kalau nggak mengulang, berarti kita bakal lulus dengan IPK pas-pasan. Pilih yang mana ya?

Tahan dulu!
Pilih cuci nilai jika:
Mahluk PTN
Meski nggak semua, masih ada sebagian perusahaan lebih mengapresiasi lulusan PTN daripada PTS. Tapi mentang-mentang kuliah di PTN, jangan lantas bersantai-santai. Tambah kualitas kita dengan aktif berorganisasi, dong.

Nggak pasaran
Beda dengan jurusan 'sejuta umat' seperti manajemen akuntansi yang perlu bersaing keras demi direkrut perusahaan impian, jurusan yang nggak pasaran, misalnya Geologi, justru dicari perusahaan, jadi nggak perlu memaksakan lulus cepat-cepatlah. Hehehe...




Risikonya

Bye-bye
Kecuali teman seangkatan kita banyak yang ngulang juga, kita akan lebih sering berinteraksi dengan junior di kelas dan perlu adaptasi lagi, deh. Kesulitan juga akan kita temui pas kerja kelompok karena junior biasanya malas satu tim dengan senior.

Tersandung wawancara
Kalau lulusnya terlalu ngaret sementara nggak ada poin plus (baca: pengalaman kerja atau organisasi) yang bisa kita jual, nantinya akan sulit melamar kerja. CC

Lulus Aja...
Langsung hajar skripsi dan wisuda jika:
Dana terbatas
Misalnya karena ortu sakit atau pensiun, sehingga dana untuk kuliah nggak seberapa. Biar nggak memberatkan keuangan keluarga, mendingan buruan lulus. Apalagi kalau masih ada adik yang juga butuh biaya.

Putri Mahkota
Nggak perlu mikirin IPK, kan, kalau ujung-ujungnya kita dinobatkan sebagai penerus bisnis keluarga.

Risikonya
Beasiswa melayang
Biasanya, pemberi beasiswa memberi batas minimal IPK bagi pelamar rata-rata 3,00. Kurang dari itu, mustahil beasiswa diraih.

Minus bonafide
Sama kayak beasiswa, perusahaan bonafide dan multinasional biasanya meminta syarat IPK minimal 3,00. Otomatis, peluang berkarier kita lebih sempit dengan IPK pas-pasan. CC


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?