Dilahirkan di Saumur, Perancis 19 Agustus 1883, kehidupan Coco sama sekali jauh dari kesan glamor. Ayahnya menitipkannya di panti asuhan setelah ibunya meninggal, dan Coco pun diasuh oleh para biarawati yang mengajarinya menjahit—yang pada akhirnya menjadi mata pencahariannya!
Coco pun nggak langsung memulai kariernya di bidang fashion, melainkan menjadi penyanyi terlebih dahulu. Sebagian orang pun mengatakan nama ‘Coco’ berasal dari sebuah lagu yang sering dia nyanyikan sewaktu perform di klub di Vichy dan Moulins. Coco sendiri dalam sebuah artikel di The Atlantic menyatakan bahwa namanya itu berasal dari “Cocotte”, kata dalam bahasa Perancis.
Coco membuka toko pertamanya yang menjual topi pada tahun 1919 di Rue Cambonin, Paris. Nggak lama setelah itu, dia membuka toko lagi di Deauville dan Biarritz, dan mulai membuat pakaian. Desain busana pertamanya yang sukses adalah dress yang dimodifikasi dari jersey lamanya. Usaha Coco pun makin berkembang, terutama sepanjang tahun 1920-an. Selain setelan khas berbahan tweed, karya fenomenal Coco lainnya adalah parfum Chanel No.5 yang sangat laris di seluruh dunia, quilted bag, dan little bag dress.
Soal penampilan, Coco pun berani tampil beda. Rambut ikal berpotongan bob, lipstik merah pekat, ditambah sikapnya yang outspoken menjadikan Coco ‘pemberontak’ pada masanya. Coco pun begitu menginspirasi sehingga pada tahun 2009 kisahnya difilmkan dengan judul ‘Coco Before Chanel’, dengan Audrey Tatou sebagai Coco.
Coco meninggal 10 Januari 1971, dan sejak tahun 1983, desain dan rumah mode Chanel ditangani oleh desainer Karl Lagerfeld. (ND/FOTO:IST)


