1. Lemari ‘tumpah’
Sepatu menurut Anda punya fungsi masing-masing. Ada yang untuk ke kantor, pesta, olahraga, bahkan sekadar jalan di mal. Boleh mengoleksi sepatu asalkan lemari sepatu Anda masih bisa tertutup.
2. Setiap gajian beli sepatu
Meski sudah memiliki sepatu dalam satu lemari penuh, Anda masih tidak terpuaskan. Menjelang akhir bulan Anda sudah punya sepatu incaran dan gelisah bila tidak membelinya saat gajian.
3. Kalap mata
Anda seperti melihat surga bila berada di area sepatu di mal favorit. Tanpa sadar Anda tersenyum sendiri dan langsung merasa panik untuk segera memulai perburuan sepatu. Saat teman curhat pun perhatian Anda bisa langsung teralihkan saat melihat sepatu yang sedang di-sale.
4. Jam demi jam
Yap, Anda betah mencoba sepatu selama berjam-jam—bahkan bila sebenarnya tidak ingin membeli. Parahnya lagi, nih, Anda sering bingung buat memutuskan sepatu mana yang oke buat ke kantor.
5. Rela lapar
Nggak masalah Anda absen hangout demi sky high pumps Louboutin. Anda juga rela menahan lapar agar sepatu idaman cepat terbeli. Jika pada akhirnya menyerah berhemat, Anda bergantung pada kartu kredit untuk membelinya. Yang penting nggak ketinggalan—oh no!
6. For memories sake
Anda sulit berpisah dari sepatu kesayangan! Saat ada sepatu favorit rusak, Anda memilih untuk menyimpannya kembali dalam kotak. Alasannya: biar bisa dipandangi saat kangen. Seriously?
(ALICE/FOTO:IST)


