Blog
Benarkah Indonesia Akan Sulit Berprestasi Di Basket, Voli Maupun Lari Sprint? Memandang Prestasi Olahraga Kita Dari Kacamata Antropologi Biologis

30 Aug 2018


Pentingnya Kelengkapan Penunjang

Kadangkala dalam olahraga modern, tidak hanya cukup bermodal badan, namun penunjang terkait kelengkapan untuk olahraga itu yang paling sesuai dengan badannya menjadi sangat penting. Pakaian dan peralatan olahraga harus dipilih yang paling sesuai dengan badan atlet atau amatir yang sekedar untuk kesenangan dan  kebugaran badannya.
 
Pakaian dan peralatan itu dapat mengoptimalkan prestasi atlit dengan beragam agumentasi hasil penelitian antropologi teknik(engineering anthropology) dengan menerapkan data antropometris, dan tentu juga sumbangan beragam disiplin lain di luar antropologi biologis. Ukuran, bentuk dan bahan sepatu dan pakaian yang tepat untuk badan akan memberikan rasa nyaman, mengeliminir terjadinya cedera dan mengurangi hambatan oleh faktor ekternal.

Kita dapat saksikan dalam perkembangan teknologi untuk menghasilkan pakaian renang, yang bukan saja nyaman bagi si perenang, namun juga mengurangi hambatan laju di permukaan dan di dalam air.
 
Produsen peralatan olahraga berlomba-lomba untuk memberikan produk barunya kepada para atlet dengan klaim bahwa produknya bisa membantu meningkatkan prestasi olahraganya. Produsen sepatu butuh riset antropologi kaki agar produknya nyaman untuk semua kaki populasi dunia.

Sebagai ilustrasi, produsen sepatu terkenalakan berpikir ekonomis untuk menjual produk ukuran sepatu para pemain basket NBA kepada para mahasiswa peminat bola basket di universitas di Indonesia; oleh karena itu sepatu-sepatu yang dijual kepada mereka adalah yang ukurannya sesuai dengan antropologi kaki orang Indonesia.
 
 

Para atlet internasional akan menjalani tes ketat sebelum dapat bergabung dengan klub olahraga profesional. Semakin kaya dan terkenal klub olahraga profesional itu, makin ketat pula seleksinya. Dalam seleksi itu tentu saja juga menggunakan data antropometris atlet untuk mengetahui potensi dan prospeknya. Klub profesional tidak mau rugi besar atas kecerobohan dalam memilih atlet yang akan dikontraknya. Di sini, antropologi dapat hadir dalam pengembangan dan bisnis olahraga. (f)

Penulis:
Rusyad Adi Suriyanto
Laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
 

 

 


Topic

#asiangames2018, #indonesiajuara, #energyofasia

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?