Secara singkat, antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia, baik yang menyangkut aspek biologis maupun kulturalnya. Di sini tidak perlu heran bahwa semua hal yang menyangkut biologi dan aktivitas manusia bisa dianggap sebagai antropologi. Kondisi itu membawa konsekuensi, yakni apapun kajian tentang aspek-aspek manusia, maka antropologi dapat hadir.
Antropologi mempelajari manusia mulai dari tingkat genetis sampai morfologis bahkan aktivitasnya; dan dari masa lampaunya, bahkan pra-manusia, sampai variasinya saat ini.
Dalam tulisan pendek ini, saya akan mengajak pembaca untuk berkonsentrasi terhadap antropologi yang terkait dengan biologi manusia, walau di sana-sini tidak bisa mengabaikan secara tegas dengan antropologi yang terkait dengan kultural. Sebagai antropologi yang terkait dengan biologi manusia, maka yang dipelajari mulai dari asal-usul manusia, sejarah persebaran manusia di beragam wilayah bumi dan variasinya. Salah satu di antara subdisiplin antropologi biologis adalah antropologi olahraga.
Beberapa alinea berikut merupakan cuplikan di sana-sini dari tulisan saya, yang saya tulis untuk melengkapi buku biografi guru saya, Prof. Josef Glinka, SVD, yakni Prof. Dr. Habil Josef Glinka, SVD: Perintis Antropologi Ragawi di Indonesia. Antropologi olahraga adalah cabang atau subdisiplin dari antropologi biologis yang terkait upaya memahami aktivitas gerak atau olahraga dari variasi biologis manusia.




