BizNews
Wise Women Semarang: Belajar Pencatatan Transaksi Keuangan Serta Aplikasi Tren Untuk Produk Lokal

29 Jul 2019

Dok: femina

Agar Tren Tidak Menjadi Racun

Bisa nggak, sih, kita mengadaptasi tren baik yang lokal maupun tradisional. Bagaimana tren tidak meracuni produk kita sehingga jatunya mengkopi atau mencontek?,” demikian Nonita Respati mengawali sesi kedua workshop.

Tren tidak hanya pada fashion tetapi di berbagai bidang. Sementara, trendsetter- pencetus gaya, seseorang yang memulai gaya baru atau tren tersebut. Artis, selebgram, public figure, juga desainer bisa menjadi trendsetter.

“Kita bisa menjadi trendsetter, peran pencipta produk atau desaner, peran ibu-ibu adalah menciptakan yang baru dan relevan dengan kemauan masyarakat karena at the end kita harus profit,” ujar Noni.

Lalu, apa pentingnya pengaplikasian tren?
1/ kalau kita sensitif terhadap tren kita akan membuat produk yang relevan, kekenian dan bisa dinikmati dan dibeli. Pernah beberapa tahun lalu, baju model peplum, waktu itu semua bikin, tapi kalau sekarang kita keluarin produk itu, nggak akan dibeli karena diaggap tidak relevan.

2/ Inovasi, kita bikin label fashion dan produk tapi tiap season mengeluarkan yang itu-itu saja, orang season depan akan bosan.

3/ Memperluas market base, tidak hanya ibu-ibu, tetapi juga remaja mau membeli produk kita.

4/ Meningkatkan popularitas brand dan penjualan.

5/ Membuat produk kompetitif di pasar lokal dan global. (f)


Baca Juga: 
Wise Women Bogor: Dari Belajar Menghitung Gaji Karyawan Hingga Buka-Bukaan Resep Kopi Tuku
Wise Women Jakarta 2019: Langkah Mudah Pencatatan Keuangan Bisnis dan Resep Sukses Dapur Cokelat Melintasi Perubahan Market
Tip Menghitung Gaji Pemilik Untuk Bisnis UKM

 


Topic

#wisewomen, #wanwir, #wanitawirausaha

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?