BizNews
WISE Women Jakarta, Belajar Ilmu Dasar Keuangan Bisnis dan Strategi Brand yang Tepat Sasaran Dari Founder Warunk Upnomal Rex Marindo

26 Aug 2018

 

Laporan keuangan dapat membantu pebisnis untuk merencanakan terobosan bagi peningkatan bisnisnya./Foto: NJL
 
Faktanya, masih banyak wanita pengusaha yang belum sadar benar dengan pentingnya membuat laporan keuangan. Faktanya, dari survei kecil-kecilan selama seminar terungkap bahwa baru sekitar 30% saja dari wanita pengusaha yang hadir di seminar, yang membuat laporan keuangan rutin dari bisnis yang dimilikinya.
 
Sementara itu, hanya 2% saja dari mereka yang memperhitungkan tenaga dan pikirannya sebagai bagian dari produksi. Dengan kata lain, sebagian besar para pengusaha UKM ini masih belum menggaji diri sendiri.
 

“Menggaji diri sendiri penting dimasukkan dalam anggaran bisnis. Saat usaha muai bertumbuh pesat, informasi post anggaran ini akan membantu pengusaha memperhitungkan besar pengeluaran untuk membayar karyawan,” jelas Head of SME Business Commonweath Bank Weddy Irsan, SVP.

 
Siang itu Weddy Irsan, Head of SME New Business Commonwealth Bank membagikan ilmu manajemen keuangan bisnis yang sederhana dan aplikatif. Ia menegaskan bahwa membuat laporan keuangan menjadi tahapan paling mendasar yang harus ada dalam rangkaian penyelenggaraan bisnis. Dengan membuat laporan keuangan, pebisnis dapat memantau perkembangan usahanya.
 
Setidaknya, ada tiga jenis laporan keuangan yang harus dimiliki oleh usaha kecil menengah, yaitu catatan transaksi, laporan laba-rugi, dan neraca. “Sekecil apapun transaksi yang dilakukan harus dicatat, sebagai pertanggungjawaban terhadap keuangan perusahaan. Pisahkan antara keuangan pribadi dan bisnis,” pesan Weddy.
 
Weddy juga mengingatkan bahwa dalam keuangan usaha, maka pebisnis harus menyiapkan dana darurat yang besarnya 6 hingga 12 kali pendapatan bulanan. Dana tersebut digunakan saat masalah tak terduga muncul. Sehingga, usaha terhindar dari kebangkrutan.


Para peserta aktif bertanya dan mengkonsultasikan bisnisnya./ Foto: Denny Herliyanso
 
Demikian pula dalam hal pengelolaan utang. Agar usaha tetap menguntungkan, maka total utang maksimal dibatasi 50% dari total aset. Sementara itu, pengusaha bisa mengalokasikan maksimal 30% dari pendapatan rata-rata per bulan untuk mengangsur utang.
 
Ingin mengawali bisnis tanpa utang? Weddy mengatakan bahwa hal ini mungkin saja, selama kebutuhan kita tertutupi oleh modal, tidak menjadi masalah. "Jika modal tidak mencukupi, maka Anda bisa memakai pola investor atau frenchise. Namun, lagi-lagi, untuk bisa menggaet investor dan membuat frenchise, maka harus ada kejelasan laporan keuangan yang baik," lanjut Weddy, mengingatkan kembali pentingnya langkah dasar membuat laporan keuangan. 
 
Anda yang membutuhkan informasi lebih tentang WISE Women Entrepreneur Masterclass bisa mengunggah aplikasinya di mobile phone. Di dalamnya Anda bisa menemukan artikel-artikel tentang bisnis, termasuk women corner, yang menjadi wadah berbagi pengalaman dan ilmu dari sesama pebisnis.

Aplikasi WISE Women ini juga dilengkapi kalkulator keuangan dan contoh anggaran keuangan sehari-hari yang bisa Anda adopsi untuk bisnis. Sampai jumpa di Wise Women selanjutnya di Pontianak pada tanggal 22 September mendatang! (f) 

Baca juga:

Wise Women Bandung, Laporan Keuangan Yang Baik untuk Perkembangan Bisnis & Tip Sukses Berbisnis Fashion dari Pendiri Baju Muslim Shafira

WISE Women Jakarta: Pebisnis Fashion Belajar Tentang Keuangan Bersama Bank Commonwealth
 


Topic

#wisefemina, #wisewomen, #wanwir

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?