Seorang pebisnis harus jeli melihat peluang /Foto: Denny HerliyansoSeorang pebisnis juga harus jeli melihat peluang. Saat mengawali bisnis Warunk Upnormal di tahun 2014, Rex melihat bahwa masih ada peluang pasar di lapisan tengah, antara bisnis warung kopi pinggiran dengan warung kopi kelas atas sekelas Starbucks.
Memanfaatkan peluang pasar ini, ia menghadirkan warung makan mi instan kelas premium Warunk Upnormal, yang menyajikan menu mi instan dengan varian topping. Ia mendesain warungnya dengan interior ala café, lengkap dengan colokan listrik dan wi-fi berkecepatan tinggi.
“Untuk Wifi saja, saya harus berani keluar modal Rp20 juta,” ungkap Rex dalam wawancara terpisah. Kini, bisnis Warunk Upnormalnya telah menghidupi sebanyak 3.500 karyawan di seluruh cabangnya di Indonesia. Desember nanti, mereka juga akan membuka gerai pertama Upnormal Coffee Roasters mereka di Singapura.
Sebagai penguasaha, ia juga selalu membuka diri untuk belajar dari para pengusaha lain. Salah satunya, dengan melakukan Benchmarking. Saat mengembangkan bisnis Bakso Boeadjangan. Misalnya, ia belajar tentang efisiensi penggunaan tenaga kerja dari bisnis Marugame Udon.
“Dengan mengadopsi cara swalayan, Bakso Boedjangan bisa melakukan efisiensi tenaga kerja dari 35 orang karyawan menjadi 17 karyawan saja. Otomatis ini sangat mengurangi biaya pengeluaran bisnis,” ujar Rex tentang bisnis bakso yang kini telah bernilai miliaran rupiah itu.
Pertumbuhan bisnis yang besar ini dengan sendirinya akan menarik investor untuk datang menanamkan modalnya. “Kaum pemodal ini hanya bisa diyakinkan dengan isi laporan keuangan bisnis Anda. Tanpa ini, mereka tidak akan mendapat seberapa baik bisnis berjalan dan seberapa besar potensinya ke depan,” ungkap Rex.
Bagaimana membuat laporan keuangan bisnis yang benar? Simak tipnya di halaman berikut.
Bagaimana membuat laporan keuangan bisnis yang benar? Simak tipnya di halaman berikut.
Topic
#wisefemina, #wisewomen, #wanwir


