BizNews
Unilever Muslim Centre of Excellence Dukung Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah 

12 Apr 2021


Foto: Dok. Unilever


Setelah pada Mei 2019 lalu Presiden Joko Widodo meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 20219-2024, langkah dan strategi pemerintah untuk menjadikan Indonesia pemimpin ekonomi syariah dunia terus bergulir dan bergerak secara positif. Pemerintah terus mendorong dan memfasilitasi kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan ekonomi syariah, termasuk keterlibatan dunia usaha. 

Salah satunya yang baru-baru ini digagas oleh PT Unilever Indonesia, Tbk dengan meluncurkan “Unilever Muslim Centre of Excellence” (Unilever MCOE) sebagai hub untuk produk-produk halal Unilever. 

Dalam acara peluncuran pada Kamis, 8 April 2021, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh kenegaraan serta tokoh penting di bidang ekonomi dan komunitas muslim, Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Ma'ruf Amin menyatakan dalam sambutannya sangat mendukung program yang dilakukan Unilever ini dan berharap pemain-pemain industri halal global lainnya, dapat ikut mengambil langkah yang konkrit implementatif untuk menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia.”

Ira Noviarti, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk. Menanggapi Bahwa komitmen untuk memberikan jaminan halal bagi konsumen muslim telah dimulai Unilever sejak tahun 1994, dengan menjadi salah satu perusahaan FMCG pertama yang pabriknya mendapat Sistem Jaminan Halal (SJH) halal dari MUI.

“Komitmen tersebut terus kami perkuat dengan meluncurkan ‘Unilever MCOE’ sebagai wujud keseriusan Unilever dalam melahirkan rangkaian produk dan program yang relevan dengan kebutuhan konsumen muslim di Indonesia maupun dunia. Di bawah naungan Unilever yang beroperasi di 180 negara, ‘Unilever MCOE’ yang berbasis di Indonesia akan menjadi percontohan bagi market Unilever secara global dan akan menjadi pusat insight bagi ragam inovasi dan produk yang sesuai dengan dinamika kebutuhan konsumen Muslim di Indonesia dan dunia dengan berkolaborasi dengan 6 pusat riset Unilever di tingkat global. Penempatan MCOE di Indonesia didasari atas pengalaman Unilever Indonesia yang mumpuni, ditambah konsumen muslim tanah air yang beragam, dinamis, dan terus bertumbuh dengan sangat signifikan,” lanjut Ira.

Ventje Rahardjo, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berkomentar tentang sinergi yang baik antara semua pelaku, baik pemerintah, pelaku usaha, kalangan akademisi dan masyarakat lebih luas, akan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia. 

Salah satu bagian utama dari ‘Unilever MCOE’, yaitu Halal Collaboration Hub akan menjadi pusat insight bagi ragam inovasi dan produk yang sesuai dengan dinamika kebutuhan konsumen muslim di Indonesia maupun dunia. “Dalam operasionalnya, Halal Collabration Hub akan berkoloborasi dengan 6 pusat riset Unilever di tingkat global serta civitas akademika di dalam maupun di luar negeri,” ungkap Rizki Raksanugraha, Director of Supply Chain PT Unilever Indonesia, Tbk. 

Berlokasi di kantor pusat Unilever Indonesia, BSD Tangerang, Halal Collaboration Hub memaksimalkan kapasitas teknologi dan inovasi yang dimiliki Unilever secara global.  Dengan konsep kerja Physical-Digital, Halal Collaboration Hub akan mempercepat akses informasi mulai dari ide pengembangan produk (inspire), pembuatan (create), hingga akhirnya dicoba oleh konsumen (experience) untuk mengetahui apakah inovasi yang bersangkutan telah menjawab kebutuhan dengan baik. Melalui fasilitas ini, “Unilever MCOE” dipercaya akan mampu melahirkan blueprint yang bermanfaat bagi market muslim di negara-negara lain sekaligus mendorong volume ekspor ke berbagai wilayah dunia.

Agar inovasi yang dilahirkan selalu selaras dengan nilai-nilai dan kebutuhan konsumen muslim, pengembangan dan pengimplementasian “Unilever MCOE” turut didukung oleh Muslim Advisory Board yang terdiri dari sederatan tokoh muslim berkompeten.

Rizki kemudian melanjutkan bahwa “Unilever MCOE” juga ingin turut berkontribusi terhadap target capaian MEKSI lainnya, yaitu peningkatan kemandirian ekonomi dan indeks kesejahteraan. Bersama KNEKS dan sejumlah organisasi terpercaya yaitu Dewan Masjid Indonesia, Kyai Haji Wahab Chasbullah Foundation, Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah, Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah, serta BAZNAS, “Unilever MCOE” berupaya mewujudkan komunitas muslim yang lebih sehat dan sejahtera melalui rangkaian program pengembangan ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi PHBS. Kemitraan ini akan menjangkau 500.000 masyarakat.

“Sesuai dengan strategi global Unilever yaitu ‘The Unilever Compass’, Unilever memiliki aspirasi untuk menjadi perusahaan yang berlandaskan pada tujuan mulia (purpose-led) serta terus relevan dan siap menghadapi masa depan (future-fit). Percaya bahwa kesuksesan kami harus sejalan dengan manfaat positif bagi masyarakat dan lingkungan, kami berharap seluruh kolaborasi yang terangkum di dalam ‘Unilever MCOE’ ini dapat mempelopori sebuah sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pihak swasta dan organisasi kemasyarakatan dalam bergotong-royong wujudkan perekonomian syariah dan industri halal yang lebih maju, inklusif serta mampu menembus level global,” jelas Rizki. 

Dalam kesempatan yang sama,  Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D., Menteri Keuangan Republik Indonesia juga turut menyampaikan pandangan pemerintah terkait peluncuran ‘Unilever MCOE’. “Ini adalah suatu inisiatif yang sangat baik. Saya juga berharap kerja sama ini mendukung agenda climate change, yaitu menghasilkan produk-produk industri halal yang sustainable, ramah lingkungan, serta ikut mendukung bagaimana dunia menghindari ancaman dari perubahan iklim. Semoga seluruh langkah-langkah ini akan terus memperkuat perekonomian kita,” kata Sri Mulyani. (f) 


Baca Juga: 

Lima Tahun Facebook #SheMeansBusiness Berdayakan 28.000 Wanita Wirausaha di Indonesia
Pentingnya Kepemimpinan Perempuan dalam Bisnis di Tengah Krisis COVID-19
Dukungan untuk Wanita Wirausaha Melaju Jauh di Tengah Pandemi


 


Faunda Liswijayanti


Topic

#halal

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?