BizNews
Ingin Sukses Jadi Afiliator, Simak Dulu yang Satu Ini!

18 Jan 2025

Menjadi afiliator di era pemasaran digital 6.0 sudah bukan lagi menjadi mustahil. Foto: Pexels/RDNE Stock Project

Sudah saatnya move on dan injak gas di era pemasaran digital 6.0. Bagi Sahabat Femina pemerhati dunia perbelanjaan online, boleh juga menjajal mencari income dengan terlibat aktif sebagai afiliator; orang yang mempromosikan produk atau jasa suatu perusahaan dengan imbalan komisi, di platform perbelanjaan online.

Ya, saat ini semakin banyak orang yang ingin menjadi afiliator. Jelas saja, sih, di era discovery e-commerce, konten promosi berupa short video maupun live streaming yang lebih dapat memberikan pengalaman menarik yang memengaruhi keputusan seseorang dalam membeli sebuah produk juga semakin banyak dibutuhkan penjual. 

Tak heran, saat ini hampir semua platform marketplace menyediakan fitur live streaming produk yang dapat dimanfaatkan baik oleh penjual maupun afiliator/ kreator konten.  

Berdasarkan data dari perusahaan data dan analitik pemasaran internasional, sebagaimana diungkapkan Account Director Kantar Worldpanel, Nafira Meutia, seiring makin populernya internet sebagai media transaksi jual-beli, perilaku konsumen di Indonesia pun ikut bergeser.

Masih menurut Nafira, pada tahun 2024, pembeli tidak lagi membeli produk secara daring untuk sekadar mencoba, namun sudah menjadi repeat buyers.  Mereka butuh diyakinkan untuk membeli sebuah produk karena pengalaman yang dibagikan secara riil oleh kreator konten/afiliator.

Sudah terbukti di Tokopedia

Berdasarkan pemaparan Stephanie Susilo, Senior Director of E-commerce Tokopedia dan TikTok E-commerce di acara Summit 2024/2025: Kolaborasi Seru, Bisnis Makin Maju yang diadakan Tokopedia bersama ShopTokopedia belum lama ini, banyak pembelian daring yang dipengaruhi dorongan emosi dan intensi calon pembeli. Hal ini sejalan dengan makin berkembangnya pemasaran digital yang melibatkan afiliator dan kreator konten sebagai ujung tombak peningkatan nilai transaksi sejumlah penjual ShopTokopedia. 

Kiri ke kanan: Chief Marketing Officer Semar Nusantara, Alpin Gotama; Affiliate Content Creator TikTok/ShopTokopedia, @siswanto140688/Mak'e; Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce, Melissa Siska Juminto; CEO PT Bangga Teknologi Indonesia (ADVAN), Chandra Tansri. Foto: Dok. Tokopedia

Diakui para pelaku dan mitra pengusaha digital, bisnis online lokal Indonesia kini memang sudah makin berkembang pesat. Dikatakan Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce, Melissa Siska Juminto, situasi bisnis online di Indonesia membuka peluang besar dilakukannya pemasaran secara afiliasi. Beberapa yang sudah dilakukan para pedagang di Tokopedia sendiri, telah terbukti mampu meningkatkan penjualan produk lokal UMKM hingga 31%. 

"Tentu ini menjadi celah bagi para penjual dan kreator untuk berkarya dan menghasilkan karya yang menguntungkan. Kami akan terus memperkuat sinergi untuk membawa lebih banyak dampak positif bagi Indonesia," ujar Melissa.

Saat memaparkan program Tokopedia Beli Lokal, Melissa juga menyinggung bahwa Tokopedia saat ini mendorong tumbuhnya perekonomian lokal melalui inovasi-inovasinya; seperti pusat penjualan terintegrasi, program afiliasi, dan solusi pemasaran.  

Diapresiasi Kementerian Perdagangan RI 

Kenaikan jumlah pembelian di tahun ini pun diapresiasi oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Iqbal Shoffan Shofwan, M.Si. Terlebih di tahun-tahun sebelumnya, ekonomi dan perdagangan Indonesia sempat layu diakibatkan pandemi Covid-19. "Pelaku usaha adalah motor penggerak ekonomi. Integrasi yang kuat antar berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membawa pelaku usaha kita naik kelas," ujar Iqbal. 

Selain pemaparan insight tentang peluang kolaborasi penjual dan afiliator/ kreator konten di pemasaran digital, acara juga dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Jawara Lokal Terbaik kepada PT Bangga Teknologi Indonesia (ADVAN) dan PT Sayap Mas Utama (WINGS), serta penghargaan Jawara UMKM Lokal yang diberikan kepada Arra Collection dan MTLStuff. 

Kolaborasi penjual, kreator konten, dan pembeli memang harus diperhatikan untuk mendorong angka penjualan lebih baik lagi.  Semoga dengan semakin banyaknya marketplace yang berinisiatif mendukung afiliator, para penjual bisa semakin mudah untuk meraih cuan pada tahun ini.  
 
Baca juga:
Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Meluncurkan Kampanye Gotong Royong Melawan Kekerasan Berbasis Gender
Serunya Rayakan Kreativitas Berkolaborasi dengan AI dalam Gemini Master Challenge
Reebok Hadirkan Kampanye Terbaru dan Winky Wiryawan Sebagai Muse

 

Ghina Athaya


Topic

#EraAfiliator, #affiliatemarketing, #makemoneyonline

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?