Kiri ke kanan: H.E. Denis Chaibi (Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia), Sita Supomo (Executive Director Indonesia untuk Kemanusiaan),
Jon Hamilton (Founder Inspire Indonesia dan Pledge United), Andy Yentriyani (Ketua Komnas Perempuan) di acara Pertandingan Sepak Bola Persahabatan dan Festival Olahraga. Foto: Dok. EU Indonesia
Jon Hamilton (Founder Inspire Indonesia dan Pledge United), Andy Yentriyani (Ketua Komnas Perempuan) di acara Pertandingan Sepak Bola Persahabatan dan Festival Olahraga. Foto: Dok. EU Indonesia
Menurut World Health Organization (WHO), hampir 1 dari 3, atau lebih dari 33%, perempuan berusia 15 tahun ke atas pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan atau kekerasan seksual oleh bukan pasangan, setidaknya satu kali dalam hidup mereka.
Artinya, diperkirakan terdapat sekitar 736 juta perempuan di seluruh dunia yang pernah mengalami kekerasan berbasis gender. Kekerasan berbasis gender pun telah jadi isu global.
Uni Eropa menjadikan pemberantasan kekerasan berbasis gender sebagai prioritas penting, dan menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran terhadap martabat manusia yang berdampak pada masyarakat secara global.
Uni Eropa juga menganggap kekerasan berbasis gender adalah masalah kompleks yang membutuhkan pendekatan multi-aspek, dan menekankan pentingnya bekerja sama dengan mitra-mitra dalam menangani isu gender tersebut.
Kerja sama tersebut akan menciptakan dunia di mana setiap orang, terutama perempuan, dapat hidup bebas dari ancaman kekerasan.
Menanggapi isu global ini, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia telah meluncurkan kampanye Gotong Royong Melawan Kekerasan Berbasis Gender sebagai bagian dari Kampanye global 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang diselenggarakan setiap tahun pada 25 November-10 Desember.
Kampanye ini selaras dengan prioritas pemerintah Indonesia; Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah signifikan dalam memerangi kekerasan berbasis gender, antara lain dengan mengesahkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) pada tahun 2022, yang memberikan perlindungan hukum bagi para korban kekerasan seksual online.
Demikian pula dengan Uni Eropa yang telah memprioritaskan masalah ini melalui inisiatif seperti Strategi Kesetaraan Gender untuk 2020-2025 (Gender Equality Strategy for 2020-2025).
Pada tahun ini, Uni Eropa telah mengadopsi arahan/regulasi perdana tentang pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga yang mengkriminalisasi wujud-wujud kekerasan tertentu terhadap perempuan secara offline maupun online serta mewajibkan adanya langkah-langkah pencegahan,
perlindungan dan dukungan bagi para korban.
Menyadari peran penting kaum muda dalam upaya kolektif ini, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia turut menyediakan platform bagi para anggota Youth Sounding Board: Sahabat Uni Eropa (YSB) untuk menyampaikan gagasan-gagasan mereka dan menyampaikan pesan-pesan penting di antara rekan-rekan mereka terkait upaya
pemberantasan kekerasan berbasis gender di online.
Kiri ke kanan: H.E. Denis Chaibi menerima cendera mata dari Sopia (Timnas Futsal Putri Indonesia) bersama Jon Hamilton dan Marc Gerritsen
(Duta Besar Belanda untuk Indonesia) pada acara Pertandingan Sepak Bola Persahabatan dan Festival Olahraga. Foto: Dok. EU Indonesia
(Duta Besar Belanda untuk Indonesia) pada acara Pertandingan Sepak Bola Persahabatan dan Festival Olahraga. Foto: Dok. EU Indonesia
Kampanye tahun ini juga dimeriahkan acara olahraga dengan Pertandingan Sepak Bola Persahabatan dan Festival Olahraga di Pancoran Soccer Field, Jakarta, pertengahan Desember silam.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dengan Kompas Perempuan, Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Inspire Indonesia (Pledge United), dan Youth Sounding Board: Sahabat Uni Eropa.
Lewat kegiatan ini, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia ingin menegaskan bahwa olahraga adalah ruang yang aman bagi semua gender untuk bergandengan tangan dalam mempromosikan kesetaraan gender dan menolak normalisasi kekerasan berbasis gender. (f)
Baca juga:
WEPs Awards 2024 Kembali Digelar, 17 Perusahaan Ini Tunjukkan Komitmen Dukung Kesetaraan Gender
BRI Luncurkan BRIGuna Digital untuk Bantu Masyarakat Akses Pinjaman Lebih Mudah dan Cepat
Sukses Rayakan Inovasi dan Warisan Budaya di Panggung Karya Nusantara 2024


